FKMI SULTRA Gelar PAB IX, Dorong Akselerasi Kekaderan dan Penguatan Intelektual Kader di Era Post-Truth

oleh -10 membaca
oleh

Sultra, Chaneltimur.com Forum Kajian Mahasiswa Islam Sulawesi Tenggara (FKMI SULTRA) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tradisi kaderisasi melalui pelaksanaan Perekrutan Anggota Baru (PAB) ke-IX. Kegiatan yang mengusung tema “Akselerasi Kekaderan: Manifestasi Intelektual Kader FKMI SULTRA di Era Post-Truth” tersebut menjadi momentum strategis dalam membangun kader-kader yang memiliki kapasitas intelektual, daya kritis, serta kesadaran kolektif dalam menjawab berbagai tantangan zaman.

Di tengah derasnya arus informasi dan semakin kaburnya batas antara fakta dan opini, FKMI SULTRA memandang bahwa proses kaderisasi harus menjadi ruang untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cakap dalam berorganisasi, tetapi juga mampu menjaga tradisi berpikir kritis dan menjunjung tinggi nilai-nilai keilmuan. Hal ini menjadi penting mengingat era post-truth telah menghadirkan berbagai persoalan yang menuntut peran aktif mahasiswa sebagai kelompok intelektual.

Ketua Umum FKMI SULTRA, Abdul Wahid, menegaskan bahwa kaderisasi merupakan ruh organisasi yang harus terus diperkuat. Menurutnya, akselerasi kekaderan tidak boleh dimaknai sebatas memperbanyak jumlah anggota, melainkan bagaimana membentuk kader yang memiliki kualitas intelektual, integritas moral, dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.

“Era post-truth telah menghadirkan tantangan baru bagi mahasiswa. Kebenaran sering kali dikalahkan oleh opini yang dibangun melalui kepentingan dan sentimen tertentu. Karena itu, FKMI SULTRA hadir untuk menciptakan kader yang memiliki daya nalar kritis, berpegang pada tradisi intelektual, serta mampu menjadi lokomotif perubahan di tengah masyarakat, ujar Abdul Wahid.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa tidak boleh kehilangan identitasnya sebagai agent of change dan social control. Menurutnya, organisasi mahasiswa harus menjadi ruang dialektika yang melahirkan gagasan-gagasan progresif dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap persoalan sosial, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Sementara itu, Ketua Panitia PAB IX FKMI SULTRA, Ansar, mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar organisasi dalam melakukan regenerasi secara sistematis dan berkelanjutan. Ia menilai bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini menuntut hadirnya kader yang memiliki kemampuan analisis yang baik serta tidak mudah terjebak dalam arus disinformasi.

Tema yang kami usung merupakan bentuk kesadaran bahwa kaderisasi harus mampu melahirkan insan-insan intelektual yang tidak hanya aktif dalam ruang organisasi, tetapi juga memiliki keberanian berpikir dan keberanian menyuarakan kebenaran. Manifestasi intelektual kader FKMI SULTRA harus tercermin dalam sikap, gagasan, dan keberpihakan terhadap kepentingan rakyat, kata Ansar.

Menurutnya, PAB IX bukan sekadar agenda tahunan, melainkan titik awal dalam membangun karakter kader yang progresif, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan demikian, proses kaderisasi di FKMI SULTRA diharapkan mampu melahirkan generasi yang memiliki semangat pengabdian serta komitmen dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan dan kemajuan.

Melalui Perekrutan Anggota Baru ke-IX ini, FKMI SULTRA menegaskan eksistensinya sebagai organisasi yang konsisten menjaga tradisi intelektual dan memperkuat kualitas kader. Dengan semangat akselerasi kekaderan, FKMI SULTRA optimistis dapat melahirkan kader-kader yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran kritis dan tanggung jawab sosial dalam menghadapi dinamika era post-truth. (*)