Camat Tomoni Timur dan Anggota DPRD Pantau Pemotongan Hewan Kurban di Desa Purwosari

oleh -7 membaca
oleh

LUWU TIMUR, Chaneltimur.com –  Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial masyarakat pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kembali terlihat di Desa Purwosari, Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/5/2026).

Ratusan warga memadati kompleks Masjid An-Nurain saat proses penyembelihan hewan kurban berlangsung. Tahun ini, panitia kurban menyembelih sebanyak 29 ekor hewan kurban yang terdiri atas 25 ekor sapi dan 4 ekor kambing. Salah satu sapi kurban berasal dari anggota DPRD Luwu Timur, Hj. Suwati.

Kegiatan tersebut turut dipantau langsung oleh Camat Tomoni Timur, Yulius, bersama Hj. Suwati. Selain memastikan proses penyembelihan berjalan lancar, pemerintah kecamatan bersama tim kesehatan hewan juga melakukan pengawasan terhadap kualitas dan kelayakan daging kurban yang akan dibagikan kepada masyarakat.

Tim dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Timur yang dipimpin drh. Gusti Made bersama tenaga teknis peternakan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap organ dalam hewan kurban. Pemeriksaan dilakukan guna memastikan daging bebas dari penyakit, terutama cacing hati (fasciola hepatica) dan cacing pipi yang kerap ditemukan pada sapi.

“Pemeriksaan organ dalam sangat penting dilakukan untuk memastikan daging yang dibagikan aman dikonsumsi masyarakat. Jika ditemukan indikasi cacing hati atau gangguan kesehatan lainnya, bagian tersebut langsung dipisahkan agar tidak mencemari daging lain,” ujar drh. Gusti Made di sela kegiatan.

Anggota DPRD Luwu Timur, Hj. Suwati, menilai meningkatnya jumlah masyarakat yang berkurban menjadi gambaran positif terhadap kondisi ekonomi warga yang terus membaik dari tahun ke tahun.

“Antusiasme masyarakat untuk berkurban terus meningkat. Ini bukan hanya bentuk ibadah dan kepedulian sosial, tetapi juga menandakan kondisi ekonomi masyarakat semakin baik,” katanya.

Sementara itu, Camat Tomoni Timur, Yulius, memberikan apresiasi terhadap panitia kurban Desa Purwosari yang dinilai mampu menerapkan standar kebersihan dengan baik selama proses pemotongan berlangsung.

Menurutnya, tata kelola penyembelihan dilakukan secara higienis dengan menjaga agar daging tidak bersentuhan langsung dengan tanah. Area pemotongan juga tetap bersih setelah kegiatan selesai.

“Manajemen panitia sangat baik. Proses pemotongan berlangsung tertib dan bersih sehingga kualitas daging tetap terjaga sesuai standar kesehatan,” ujar Yulius.

Kegiatan pemotongan hewan kurban di Desa Purwosari berlangsung lancar dan penuh semangat gotong royong. Daging kurban selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat dengan harapan dapat memberi manfaat dan kebahagiaan bagi warga yang menerima. (Red)