SIIP JUARA: Langkah Nyata SDN 149 Sindubinangun Membangun Generasi Berkarakter Melalui Sekolah Ramah Anak

oleh -14 membaca
oleh

Luwu Timur, Chaneltimur.com UPT SDN 149 Sindubinangun, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, meluncurkan dan mengimplementasikan inovasi SIIP JUARA (Strategi Implementasi Inklusivitas Pendidikan Menuju Sekolah Ramah Anak) sebagai upaya membangun lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berpihak pada peserta didik.

Program yang digagas oleh Kepala UPT SDN 149 Sindubinangun, Harman, S.Pd., Gr., M.Pd., ini dilaksanakan sepanjang tahun ajaran 2026 sebagai bagian dari transformasi budaya positif di sekolah.

Melalui SIIP JUARA, sekolah berupaya menjawab tantangan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, penghormatan terhadap keberagaman, serta pemenuhan hak setiap anak untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas. Implementasi program dilakukan melalui penguatan budaya positif, pembelajaran yang inklusif, serta kolaborasi antara guru, peserta didik, orang tua, dan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta didik merasa aman, dihargai, didengar, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat bertumbuh sebagai pribadi yang berkarakter,” ujar Harman.

Salah satu program unggulan dalam SIIP JUARA adalah Gerakan 149 Merestitusi, yaitu penerapan Segitiga Restitusi sebagai pendekatan penyelesaian masalah peserta didik. Melalui pendekatan ini, guru tidak lagi mengutamakan hukuman, tetapi membimbing peserta didik untuk menyadari kesalahannya, memperbaiki keadaan, dan kembali pada nilai-nilai yang telah disepakati bersama.
Setiap ruang kelas juga memiliki Keyakinan Kelas yang dirumuskan bersama antara guru dan peserta didik. Kesepakatan tersebut menjadi dasar dalam membangun disiplin positif sehingga peserta didik belajar bertanggung jawab atas perilakunya melalui kesadaran, bukan karena rasa takut terhadap hukuman.

Selain penguatan budaya positif, SIIP JUARA menghadirkan berbagai pembiasaan yang mendukung tumbuh kembang peserta didik, di antaranya literasi pagi, sarapan sehat bersama, kegiatan keagamaan sesuai keyakinan masing-masing, proyek berbasis kearifan lokal, serta berbagai kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler yang memberikan ruang bagi setiap anak untuk mengembangkan bakat dan potensinya.

Pelaksanaan program ini menunjukkan dampak positif terhadap iklim sekolah. Hubungan antara guru dan peserta didik menjadi lebih harmonis, komunikasi berlangsung lebih terbuka, dan peserta didik semakin mampu menyelesaikan konflik melalui dialog yang konstruktif. Budaya saling menghargai, empati, dan tanggung jawab juga semakin berkembang dalam kehidupan sekolah sehari-hari.

Menurut Harman, keberhasilan SIIP JUARA tidak terlepas dari komitmen seluruh warga sekolah. Guru, tenaga kependidikan, orang tua, komite sekolah, hingga masyarakat sekitar turut berperan dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan setiap anak tanpa diskriminasi.

Program ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah mengenai penguatan pendidikan karakter, Sekolah Ramah Anak, serta implementasi Pembelajaran Mendalam yang menempatkan peserta didik sebagai subjek utama dalam proses belajar.
Ke depan, UPT SDN 149 Sindubinangun berkomitmen untuk terus mengembangkan SIIP JUARA sebagai model praktik baik yang dapat menginspirasi sekolah lain dalam membangun pendidikan yang inklusif, humanis, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Dengan semangat kolaborasi, sekolah berharap setiap anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, mandiri, kreatif, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. (Red)