Luwu Utara, Chaneltimur.com – Siapa sangka Pondok Pesantren Al Badar yang kini jadi salah satu tujuan favorit mondok di Tana Lili dulu sempat sepi peminat. Di awal berdirinya, jumlah santri bahkan bisa dihitung jari dan kegiatan belajar mengajar digelar sangat sederhana di Musholla Al Badar.
Pesantren yang beralamat di Dusun Pembasean, Desa Patila, Kecamatan Tana Lili, Kabupaten Luwu Utara* itu kini berbalik 180 derajat. Menjelang Tahun Ajaran 2026-2027, kantor sekretariat pesantren mulai disesaki orang tua yang mengambil formulir. Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB) mencatat, animo pendaftar naik drastis dari tahun ke tahun. Lalu apa rahasianya?
Berawal dari Keprihatinan, Bermodal Musholla
Ust. Maftuhan, selaku Ketua Yayasan sekaligus perintis, mengenang masa awal pondok ini berdiri. “Tahun-tahun pertama itu berat. Santri awal cuma 5-7 orang. Anaknya tetangga sendiri. Gedung belum ada, ngajinya lesehan di musholla. Kitabnya masih patungan,” kenangnya, Rabu (17/4/2026).
Kondisi itu tak membuatnya patah arang. Berbekal niat tulus ingin menyelamatkan anak-anak kampung dari buta huruf Al-Qur’an dan derasnya pengaruh negatif gadget, ia dan beberapa ustadz terus bertahan. “Prinsip kami waktu itu satu: kalau bukan kita yang mulai, siapa lagi? Anak-anak di sini harus punya tempat ngaji yang benar,” ujarnya.
Lokasi Strategis Jauh dari Kota, Dekat dengan Keberkahan,
Salah satu kelebihan Ponpes Al Badar yang paling dirasakan wali santri adalah lokasinya. Berada di Dusun Pembasean, Desa Patila yang masih asri dan jauh dari hiruk pikuk kota, membuat santri lebih fokus belajar dan ibadah.
“Di sini anak-anak terhindar dari berbagai macam ancaman. Jauh dari pergaulan bebas, narkoba, geng motor, game online berlebihan, sampai budaya pacaran yang merusak. 24 jam ada dalam pengawasan dan lingkungan yang positif. Yang ada cuma suara ngaji, adzan, dan ketawa santri,” tegas Moh. Romadhan, SH, pengurus pesantren.
Lingkungan pedesaan yang masih kuat adat dan religiusnya jadi benteng alami. Santri terbiasa bangun subuh, kerja bakti, dan hormat ke yang lebih tua. “Beda kalau di kota. Godaannya banyak. Di sini mau nakal ke mana? Isinya kebun sama sawah. Jadi pikiran anak fokus ke ngaji dan hafalan,” tambah Hamsah, wali santri asal Desa Patila.
Jurus Jitu Hingga Kini Diburu Calon Santri, Selain lokasi, ada 3 jurus utama yang membuat Al Badar kini diminati.
– Pertama, Program yang Menjawab Kebutuhan Zaman.
“Orang tua sekarang maunya paket komplit. Anaknya pinter ngaji, tapi juga dapat ijazah negara biar bisa kuliah. Makanya kita buka MTs dan MA resmi Kemenag. Selain itu ada Tahfidz, Kitab Kuning, Muhadhoroh biar santri berani ceramah, sampai Hadrah biar ada seninya. Jadi lulus dari sini, santrinya berakhlak, terampil, dan pede,” jelas Romadhan.
– Kedua, Biaya Transparan & Tidak Memberatkan.
Total biaya masuk Rp. 1.800.000 sudah termasuk seragam 2 stel, meubelair, infaq pembangunan, dan iuran bulan pertama. Iuran bulanan Rp. 450.000 sudah termasuk makan 3x sehari, asrama, dan SPP. “Kita terbuka. Kalau ada wali santri yang benar-benar tidak mampu, kita carikan solusi. Yang penting anaknya mau mondok,” tegas Ust. Maftuhan.
– Ketiga, Bukti Nyata dari Alumni.
Ini yang paling ampuh. Alumni Al Badar mulai banyak yang jadi imam masjid, guru TPQ, bahkan ada yang lanjut kuliah sambil jadi pengajar. Masyarakat melihat langsung perubahan anak. “Dulu anaknya susah disuruh sholat. Setelah setahun di Al Badar, pulang-pulang malah jadi imam di rumah. Adab ke orang tua juga beda. Dari situ orang tua lain jadi ikut percaya,” kata Hamsah.
– 4. Target 2026: 200 Santri Baru
Dengan dibukanya PSB 2026-2027 sejak 1 Februari hingga 30 Juni 2026, pengurus menargetkan bisa menerima 200 santri baru untuk MTs dan MA. Fasilitas pun terus dibenahi. Saat ini Al Badar sudah punya Gedung Asrama Putra & Putri terpisah, Gedung Sekolah, Lapangan, Kantin, dan Musholla yang diperluas.
Visi “Mencetak Generasi yang Berakhlaqul Karimah, Terampil dan Berwawasan Global” bukan lagi sekadar tulisan di brosur. Perlahan jadi kenyataan. Dari yang dulunya santri dihitung jari, kini tiap tahun kamar asrama bertambah karena peminat membeludak.
“Kuncinya istiqomah dan jangan komersil. Kalau niatnya lurus karena Allah, untuk selamatkan anak bangsa dari ancaman zaman, insyaAllah dimudahkan. Santri yang sedikit itu kita jaga dan didik sebaik mungkin. Nanti mereka yang jadi iklannya,” pungkas Ust. Maftuhan.
Bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan putra-putrinya, pendaftaran masih dibuka di Kantor Yayasan Ponpes Al Badar, Dusun Pembasean, Desa Patila, Kec. Tana Lili, setiap Senin-Sabtu pukul 08.00-18.00 WITA. Informasi lengkap bisa hubungi Ust. Maftuhan 085 824 594 170 atau kantor 0812 4475 8882.
—





