BERITA PESANTREN
Didirikan 5 tokoh ulama: H. Purnomo, KH. Mujib Hasan, M.A. Langitan, Abuya KH. Muh. Toipur Mawardi Purworejo PP Darul Tauhid, Ustadz Mbah Sakor, S.Pd.I, dan KH. Hasbullah Langitan. Dulu santri bisa dihitung jari, kini gapura & gedungnya berdiri megah.
LUWU UTARA, Chaneltimur.com – Sebuah plang besar bertuliskan *YAYASAN PONDOK PESANTREN “AL BADAR”* menyambut setiap tamu yang datang di Dusun Pembasean, Desa Patila, Kecamatan Tana Lili. Di balik gerbang besi itu, berdiri masjid berkubah dan gedung sekolah bercat putih tempat ratusan santri menimba ilmu.
Pondok pesantren ini lahir dari keprihatinan 5 tokoh pendiri, yaitu: 1. H. Purnomo, 2. KH. Mujib Hasan, M.A. (Langitan), 3. Abuya KH. Muh. Toipur Mawardi (Purworejo – PP Darul Tauhid), 4. Ustadz Mbah Sakor, http://S.Pd.I, dan 5. KH. Hasbullah (Langitan)*. Berawal dari musholla kecil, berkat doa dan perjuangan para pendiri, kini kompleks pondok telah dilengkapi gapura megah, gedung sekolah, asrama, dan masjid.
Mural besar bertuliskan “PONPES AL BADAR” menghiasi salah satu sudut pondok, jadi bukti lingkungan belajar di sini asri dan penuh kreativitas. Halaman yang luas membuat santri leluasa menghafal Al-Qur’an dan beraktivitas.
Siapa sangka, kompleks pondok yang kini jadi tujuan favorit mondok di Tana Lili ini dulu sempat sepi peminat. Di awal berdirinya, jumlah santri bahkan bisa dihitung jari dan kegiatan belajar mengajar digelar sangat sederhana di musholla kecil.
*Berawal dari Keprihatinan, Bermodal Musholla*
Ust. Maftuhan, selaku Ketua Yayasan saat ini yang meneruskan amanah para pendiri, mengenang masa awal pondok ini berdiri. “Tahun-tahun pertama itu berat. Santri awal cuma 5-7 orang. Anaknya tetangga sendiri. Gedung belum ada, ngajinya lesehan di musholla. Kitabnya masih patungan,” kenangnya, Sabtu (19/4/2026).
Para pendiri bertekad bulat ingin menyelamatkan anak-anak kampung dari buta huruf Al-Qur’an dan derasnya pengaruh negatif gadget. *Abuya KH. Muh. Toipur Mawardi* saat peletakan batu pertama berpesan, “Kalau bukan kita yang mulai, siapa lagi? Anak-anak di sini harus punya tempat ngaji yang benar,” pesan beliau yang terus dipegang pengurus hingga kini.
Lokasi Strategis: Jauh dari Kota, Dekat dengan Keberkahan*
Salah satu kelebihan Ponpes Al Badar yang paling dirasakan wali santri adalah lokasinya. Berada di Dusun Pembasean, Desa Patila yang masih asri dan jauh dari hiruk pikuk kota, membuat santri lebih fokus belajar dan ibadah.
“Di sini anak-anak terhindar dari berbagai macam ancaman. Jauh dari pergaulan bebas, narkoba, geng motor, game online berlebihan, sampai budaya pacaran yang merusak. 24 jam ada dalam pengawasan dan lingkungan yang positif. Yang ada cuma suara ngaji, adzan, dan ketawa santri,” tegas Moh. Romadhan, SH, pengurus pesantren.
“Mau nakal ke mana? Isinya kebun sama sawah. Jadi pikiran anak fokus ke ngaji dan hafalan,” tambah Hamsah, wali santri asal Desa Patila.
3 Jurus Jitu Hingga Kini Diburu Calon Santri*
*Pertama, Program Paket Komplit.* “Orang tua sekarang maunya anak pinter ngaji tapi juga dapat ijazah negara biar bisa kuliah. Makanya kita buka MTs dan MA resmi Kemenag. Selain itu ada Tahfidz, Kitab Kuning, Muhadhoroh biar santri berani ceramah, sampai Hadrah,” jelas Romadhan.
*Kedua, Biaya Transparan & Tidak Memberatkan.* Total biaya masuk Rp. 1.800.000 sudah termasuk seragam 2 stel, meubelair, infaq pembangunan, dan iuran bulan pertama. Iuran bulanan Rp. 450.000 sudah termasuk makan 3x sehari, asrama, dan SPP. “Ini sesuai amanah para pendiri. Kalau ada wali santri yang benar-benar tidak mampu, kita carikan solusi. Yang penting anaknya mau mondok,” tegas Ust. Maftuhan.
*Ketiga, Bukti Nyata dari Alumni.* Alumni Al Badar mulai banyak yang jadi imam masjid, guru TPQ, bahkan ada yang lanjut kuliah sambil jadi pengajar. “Dulu anaknya susah disuruh sholat. Setelah setahun di Al Badar, pulang-pulang malah jadi imam di rumah. Adab ke orang tua juga beda. Dari situ orang tua lain jadi ikut percaya,” kata Hamsah.
*Target 2026: 200 Santri Baru*
Dengan dibukanya PSB 2026-2027 sejak 1 Februari hingga 30 Juni 2026, pengurus menargetkan bisa menerima 200 santri baru untuk MTs dan MA. Fasilitas pun terus dibenahi. Saat ini Al Badar sudah punya Gedung Asrama Putra & Putri terpisah, Gedung Sekolah, Lapangan, Kantin, dan Musholla yang diperluas.
Visi “Mencetak Generasi yang Berakhlaqul Karimah, Terampil dan Berwawasan Global” yang dicita-citakan *para pendiri sejak awal* bukan lagi sekadar tulisan di brosur. Perlahan jadi kenyataan. Dari yang dulunya santri dihitung jari, kini tiap tahun kamar asrama bertambah karena peminat membeludak.
“Kuncinya istiqomah dan jangan komersil. Ini pesan dari *KH. Mujib Hasan, M.A. dan KH. Hasbullah Langitan* dulu. Kalau niatnya lurus karena Allah, untuk selamatkan anak bangsa dari ancaman zaman, insyaAllah dimudahkan. Santri yang sedikit itu kita jaga dan didik sebaik mungkin. Nanti mereka yang jadi iklannya,” pungkas Ust. Maftuhan.
Bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan putra-putrinya, pendaftaran masih dibuka di Kantor Yayasan Ponpes Al Badar, Dusun Pembasean, Desa Patila, Kec. Tana Lili, setiap Senin-Sabtu pukul 08.00-18.00 WITA. Informasi lengkap bisa hubungi *Ust. Maftuhan 085 824 594 170* atau kantor 0812 4475 8882.
Lap. Masdin Amor, SH.





