Luwu Timur, Chaneltimur.com – Penyakit tidak menular kian menunjukkan tren mengkhawatirkan di wilayah Kecamatan Tomoni Timur. Data UPTD Puskesmas Tomoni Timur hingga Maret 2026 mencatat hipertensi sebagai penyakit terbanyak pada pasien rawat jalan, dengan 122 kasus.
UPT Puskesmas Tomoni Timur pun terus memperkuat upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya terkait hipertensi atau tekanan darah tinggi yang masih menjadi salah satu penyakit tidak menular paling dominan.
Hal tersebut disampaikan oleh dr. Asyrin Tangko dari Puskesmas Tomoni Timur dalam kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektor UPT Puskesmas Tomoni Timur yang digelar, Kamis (23/04), di Aula Kantor Kecamatan Tomoni Timur.
Dalam pemaparannya, dr. Asyrin menjelaskan bahwa hipertensi merupakan kondisi meningkatnya tekanan darah dalam jangka waktu lama. Secara medis, kondisi ini ditandai dengan tekanan darah di atas 140/90 mmHg, meskipun peningkatan sejak 120/80 mmHg sudah perlu diwaspadai.
“Hipertensi sering kali tidak disadari karena gejalanya cenderung ringan, seperti sakit kepala, nyeri di bagian kuduk, sulit tidur, hingga pandangan kabur,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, baik yang tidak dapat dikendalikan seperti usia dan keturunan, maupun faktor gaya hidup seperti pola makan tidak sehat, stres, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta kurangnya aktivitas fisik.
Dalam forum lintas sektor tersebut, peserta juga mendapatkan pemahaman terkait klasifikasi tekanan darah terbaru. Tekanan darah normal berada di bawah 120/80 mmHg, sementara hipertensi tahap 1 dimulai dari 130/80 mmHg dan hipertensi tahap 2 pada angka di atas 140/90 mmHg.
Lebih lanjut, dr. Asyrin menegaskan bahwa hipertensi tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan dengan baik.
“Karena itu, pencegahan menjadi langkah utama melalui pola hidup sehat, seperti mengurangi konsumsi garam, memperbanyak buah dan sayur, serta rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari,” jelasnya.
Bagi masyarakat yang telah terdiagnosis hipertensi, ia mengimbau agar tetap disiplin dalam pengobatan sesuai anjuran dokter, menjaga berat badan ideal, serta menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi minuman berkafein maupun beralkohol.
Selain itu, berbagai intervensi berbasis bukti seperti diet DASH, peningkatan asupan kalium, olahraga aerobik, hingga teknik relaksasi seperti meditasi dan latihan pernapasan disebut efektif dalam membantu menurunkan tekanan darah. (Red)





