KASIPUTE, Chaneltimur.com – Kecaman keras datang dari Serikat Gerakan Mahasiswa (SEGEMA) menyusul insiden dugaan tindakan represif dan arogansi yang dilakukan oleh Kapolres Bombana terhadap kader Ikatan Pemuda pelajar Mata Oleo (Immpermol). Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada dini hari, Rabu, 3 Juni 2026, di wilayah Kasipute.
Panglima SEGEMA, Egar Afriman, secara tegas mengutuk aksi kekerasan berupa pencekikan yang diduga dilakukan langsung oleh pimpinan tertinggi kepolisian di wilayah hukum Bombana tersebut kepada salah satu kawan mahasiswa yang tengah memperjuangkan aspirasi.
Tindakan yang Mencederai Marwah Kepolisian
Menurut Egar Afriman, tindakan yang dipertontonkan oleh Kapolres Bombana dinilai sangat jauh dari profesionalisme dan slogan “Polri Presisi”. Sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, aparat penegak hukum seharusnya mengedepankan dialog humanis, bukan tindakan fisik yang mencederai kemanusiaan.
“Kami mengecam keras sikap arogansi dan tindakan premanisme yang diduga dilakukan oleh Kapolres Bombana terhadap kawan mahasiswa dari Immpermol. Tindakan mencekik mahasiswa di bawah kegelapan dini hari adalah bentuk kepandiran dan arogansi kekuasaan yang sama sekali tidak bisa ditoleransi,” tegas Panglima SEGEMA, Egar Afriman, dalam pernyataan resminya.
Kronologi Singkat Kejadian
Peristiwa ini bermula saat sejumlah mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Immpermol tengah menggelar aksi atau pengawalan isu pada Rabu (3/6/2026) dini hari di Kasipute. Di tengah situasi tersebut, bukannya mendapatkan ruang dialog yang aman, salah satu perwakilan mahasiswa justru mendapat perlakuan kasar berupa pencekikan yang diduga melibatkan Kapolres Bombana secara langsung.
Tuntutan Tegas SEGEMA
Menyikapi insiden berdarah bagi iklim demokrasi di Bombana ini, Panglima SEGEMA Egar Afriman melayangkan beberapa tuntutan mendesak:
1.Pencopotan Jabatan: Mendesak Kapolda Sulawesi Tenggara untuk segera mencopot Kapolres Bombana dari jabatannya karena dinilai gagal memimpin institusi dengan pendekatan yang humanis.
2.Usut Tuntas: Meminta Divisi Propam Polda Sultra untuk turun tangan melakukan investigasi mendalam dan memeriksa oknum-oknum yang terlibat dalam tindakan ini
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian Resor Bombana belum memberikan keterangan resmi terkait insiden yang terjadi pada dini hari tadi di Kasipute. SEGEMA menegaskan tidak akan tinggal diam dan siap menggelar aksi gelombang protes jika tuntutan mereka diabaikan. (Tim)





