Luwu Timur, Chaneltimur.com – Suasana haru menyelimuti kegiatan penamatan siswa kelas VI SDN 177 Cendana Hitam, Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur, Selasa (2/6/2026). Sebanyak delapan siswa yang dinyatakan lulus pada Tahun Ajaran 2025/2026 mengikuti prosesi penamatan yang berlangsung sederhana namun penuh makna.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Tomoni Timur, Yulius, Pengawas TK-SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur Didik Setiawan, Ketua K3S Tomoni Timur, Kepala Desa Cendana Hitam, Kepala SDN 177 Cendana Hitam Riswan Ashari, Kepala MTs Cendana Hitam, para guru, serta orang tua siswa.
Kepala SDN 177 Cendana Hitam Riswan Ashari mengatakan, penamatan tahun ini memiliki kesan tersendiri. Meski hanya delapan siswa yang ditamatkan, seluruh orang tua hadir mendampingi putra-putri mereka hingga acara berakhir.
“Ini menjadi kegiatan yang sangat istimewa. Selain seluruh orang tua hadir, pembiayaan kegiatan juga mendapat dukungan dari para guru. Hal seperti ini jarang terjadi, biaya penamatan dibantu oleh guru-guru,” ujar Riswan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang selama ini telah berperan aktif mendukung proses pendidikan anak-anak mereka. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak dapat dicapai hanya oleh sekolah semata.
“Tanpa dukungan dan keterlibatan orang tua, sekolah tidak bisa berbuat banyak dalam mendidik anak-anak,” katanya.
Riswan yang baru beberapa bulan menjabat sebagai kepala sekolah juga berpesan kepada para lulusan agar tetap menjaga hubungan dengan almamater dan menghormati para guru yang telah membimbing mereka selama menempuh pendidikan dasar.
“Jangan melupakan sekolah asal dan guru-guru yang telah mendidik kalian. Di sinilah langkah awal perjalanan pendidikan kalian dimulai,” tuturnya.
Dalam sambutannya, Camat Tomoni Timur Yulius memberikan apresiasi kepada pihak sekolah yang mampu menyelenggarakan kegiatan penamatan dengan semangat kebersamaan. Ia menilai keterlibatan para guru dalam mendukung pendanaan kegiatan menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap peserta didik.
Menurut Yulius, penamatan bukanlah akhir perjalanan pendidikan, melainkan pintu masuk menuju jenjang yang lebih tinggi.
“Semoga kegiatan ini menjadi motivasi bagi anak-anak untuk melangkah lebih mantap ke jenjang SMP dan terus mengembangkan potensi yang dimiliki,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, camat juga menyoroti hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang menunjukkan rendahnya capaian siswa pada bidang studi matematika, termasuk di SDN 177 Cendana Hitam.
Menurut dia, kondisi tersebut tidak perlu dijadikan alasan untuk saling menyalahkan. Sebaliknya, hal itu harus menjadi bahan evaluasi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
“Ini menjadi catatan dan tantangan bagi sekolah, mulai dari kepala sekolah hingga guru, untuk mengevaluasi metode pembelajaran, khususnya matematika, sehingga ke depan hasil TKA dapat lebih baik,” katanya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif orang tua di rumah.
“Orang tua memiliki peran besar dalam membentuk etika, moral, dan karakter anak. Sementara guru bertugas mengembangkan kecerdasan dan kemampuan akademik mereka. Semua harus berkolaborasi jika kita ingin pendidikan anak-anak kita berhasil,” ujarnya
Puncak acara berlangsung dalam suasana emosional saat para siswa melakukan sungkeman kepada orang tua mereka. Satu per satu siswa memohon maaf sekaligus menyampaikan terima kasih atas kasih sayang, pengorbanan, dan perjuangan orang tua yang telah membesarkan mereka.
Prosesi penamatan kemudian ditutup dengan pelepasan atribut sekolah baik topi maupun dasi sebagai simbol bahwa para sudah menyelesaikan pendidikan mereka di SDN 177 Cendana Hitam. (Red)





