Gigitan HPR Meningkat, Lintas Sektor Tomoni Timur Perkuat Vaksinasi Rabies

oleh -1 membaca
oleh

Luwu Timur, Chaneltimur.com Kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) menjadi perhatian serius dalam rapat lintas sektor bidang Kesehatan yang digelar di Aula Kantor Camat Tomoni Timur, Kamis (23/4/2026). Forum yang digelar Setiap triwulan oleh PKM Tomoni Timur ini ini menyoroti masih rendahnya cakupan vaksinasi hewan serta meningkatnya kasus gigitan di masyarakat.

Dalam pemaparan yang disampaikan dokter hewan Gusti Made dari Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Timur, cakupan vaksinasi rabies di wilayah tersebut baru mencapai 44,87 persen dari total populasi 1.266 ekor hewan.

“Capaian ini menunjukkan progres, tetapi belum cukup untuk membentuk kekebalan kelompok. Perlu percepatan vaksinasi, khususnya di desa dengan cakupan rendah seperti Kertoraharjo, Patengko, dan Margomulyo,” ujarnya.

Data menunjukkan, Desa Kertoraharjo mencatat cakupan terendah sebesar 25,25 persen. Sementara itu, beberapa desa seperti Cendana Hitam dan Alam Buana mulai mendekati target ideal.

Di sisi lain, Puskesmas Tomoni Timur mencatat peningkatan kasus gigitan HPR. Kepala Puskesmas, Deli Gustin, menyebutkan terdapat 39 kasus pada triwulan pertama 2026, terdiri atas 22 kasus gigitan anjing dan 17 kasus gigitan kucing.

“Angka ini menjadi perhatian serius. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, baik melalui vaksinasi hewan maupun penanganan cepat terhadap korban gigitan,” kata Deli.

Rapat lintas sektor ini menghasilkan sejumlah rekomendasi, di antaranya peningkatan cakupan vaksinasi di wilayah prioritas, penguatan edukasi masyarakat, serta optimalisasi koordinasi antarinstansi guna menekan risiko penyebaran rabies (Red)