LUWU TIMUR, Chaneltimur.com – Pemerintah Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, memperketat pengawasan pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha, Rabu (27/5/2026). Langkah ini diambil guna memastikan seluruh daging kurban yang didistribusikan kepada masyarakat memenuhi standar kesehatan serta aman dari penularan penyakit ternak.
Pemantauan langsung dilakukan oleh Camat Tomoni Timur Yulius, bersama tim teknis dari Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Timur, yang dipimpin oleh dokter hewan drh. Gusti Made serta tenaga teknis peternakan I Manuel Rampalodji.
Titik awal peninjauan dimulai di Masjid At-Taqwa, Desa Margomulyo. Di lokasi ini, Yulius yang didampingi oleh Kapolsek Tomoni Timur dan Kepala Desa Margomulyo menyaksikan langsung proses penyembelihan. Prosesi kurban diawali dengan pemotongan satu ekor sapi bantuan dari Bupati Luwu Timur, yang kemudian dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban milik warga setempat.
Setelah dari Desa Margomulyo, pemantauan bergerak ke sejumlah lokasi lain, yakni Masjid Dusun Nusa Indah, Desa Manunggal, Desa Cendana Hitam, dan berakhir di Desa Cendana Hitam Timur.
Camat Tomoni Timur Yulius menyatakan, inspeksi ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilakukan secara kolaboratif. Keterlibatan dokter hewan dan tenaga teknis dinas menjadi krusial untuk mendeteksi potensi penyakit yang kasat mata maupun yang berada di dalam organ dalam ternak.
”Tujuannya adalah memastikan hewan yang dikurbankan memenuhi standar syariat dan kesehatan. Kami mengantisipasi secara ketat potensi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta keberadaan cacing hati (Fasciola hepatica) yang rawan menyerang ternak, khususnya sapi,” ujar Yulius.

Selain memeriksa kesehatan fisik hewan, petugas juga memanfaatkan momentum ini untuk mengedukasi warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan selama proses penanganan daging. Fokus utama edukasi terletak pada pengelolaan limbah pemotongan, seperti darah dan jeroan.
”Kami mengimbau warga agar darah hewan tidak dibiarkan berceceran di lingkungan, melainkan dikelola dengan steril agar tidak menjadi sumber bakteri atau mencemari pemukiman sekitar,” tambah camat.
Berdasarkan hasil pantauan di lima titik tersebut, aktivitas pemotongan hewan kurban berjalan dengan aman dan tertib. Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 56 ekor sapi dan 9 ekor kambing telah selesai disembelih dan diperiksa. Sementara itu, untuk Desa Purwosari, proses pemotongan dijadwalkan baru akan berlangsung pada Kamis (28/5/2026) esok.
Dari sisi medis, drh. Gusti Made mengungkapkan bahwa secara umum aktivitas pemotongan hewan kurban di Tomoni Timur telah memenuhi aspek higienitas yang baik. Kualitas daging yang diperiksa menunjukkan kondisi yang layak konsumsi.
”Masyarakat sedikit demi sedikit mulai tumbuh kesadarannya. Mereka kini lebih memahami pentingnya standar hewan kurban yang sehat, bersih, dan bebas dari penyakit. Ini perkembangan positif bagi pemenuhan pangan yang aman di wilayah kita,” kata Gusti. (Red)




