Luwu Timur, Chaneltimur.com – Pemerintah terus memperkuat sektor pertanian melalui program bantuan hibah benih padi dan jagung yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi, dan APBD Kabupaten. Sosialisasi program tersebut dilaksanakan di Kantor BPP Mangkutana dan dihadiri oleh berbagai unsur terkait, mulai dari pemerintah daerah, penyuluh pertanian, hingga kelompok tani penerima manfaat.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pertanian bersama tim, Sekretaris Camat Mangkutana, Koordinator BPP Mangkutana beserta jajaran penyuluh pertanian, pemerintah desa, serta pengurus kelompok tani se-Kecamatan Mangkutana.
Dalam pemaparan awalnya, Koordinator BPPD Mangkutana Jean Gloria Lengkong, SP., MP menyampaikan bahwa sebagian besar desa di wilayah Mangkutana telah memasuki masa panen padi bahkan hampir selesai, kecuali Desa Pancakarsa yang masih sekitar satu minggu kedepan. Untuk bantuan benih, program APBN menyediakan varietas padi Inpari 32, sementara bantuan jagung telah terealisasi dengan varietas Bisi 18. Beberapa wilayah seperti Teromu, Sindu Agung, dan Koroncia direncanakan mulai tanam pada awal Juni mendatang.
Koordinator BPP Mangkutana dalam sambutannya menekankan pentingnya kepatuhan terhadap jadwal tanam yang telah disepakati melalui rapat komisi irigasi dan forum tudang sipulung. Ia juga menyampaikan bahwa hasil panen di wilayah Mangkutana kini semakin bervariasi, dengan harga gabah yang relatif stabil bahkan mencapai Rp7.000 per kilogram.
Sementara itu, Sekcam Mangkutana Semuel N, S.IP menyampaikan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah ketahanan pangan. Oleh karena itu, peran penyuluh pertanian semakin diperkuat di bawah koordinasi kementerian. Bantuan benih yang diberikan diharapkan menjadi stimulan bagi petani untuk meningkatkan produktivitas, dengan catatan penggunaan varietas unggul harus diikuti dengan penerapan teknologi pertanian yang dianjurkan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lahan pertanian dari alih fungsi serta meningkatkan sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani.
Dari sisi teknis, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Rahmatullah Azis, S.TP., M.Si menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memenuhi kebutuhan benih bersertifikat, mengingat kualitas benih sangat berpengaruh terhadap peningkatan produksi. Selain benih, pemerintah juga memberikan dukungan sarana dan prasarana pra dan pascapanen. Saat ini, proses verifikasi proposal bantuan dari petani masih terus berjalan.
Data menunjukkan luas lahan sawah di Kabupaten Luwu Timur mencapai sekitar 23 ribu hektare, dengan total luas tanam tahun 2025 mencapai 48 ribu hektare. Namun, masih terdapat beberapa lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal karena pergeseran ke komoditas lain yang dinilai lebih menguntungkan.
Ia juga mengungkapkan bahwa distribusi benih tahun ini mencapai 335 ton dari APBN dan 155 ton dari APBD. Pemerintah mendorong petani untuk mulai mengembangkan penangkaran benih secara mandiri guna menjaga ketersediaan benih berkualitas di masa mendatang.
Selain itu, pengawasan program turut melibatkan TNI untuk komoditas padi dan Polri untuk jagung. Bahkan, di Desa Teromu akan dilaksanakan kegiatan tanam bersama yang melibatkan Polres, dengan target pengembangan hingga 500 ton produksi jagung di wilayah Luwu Timur.
Dalam kesempatan tersebut, juga diingatkan agar bantuan benih tidak diperjualbelikan serta sarana dan prasarana yang diberikan dapat dirawat dengan baik. Koordinasi antara petani dan penyuluh pertanian juga menjadi kunci dalam pengajuan dan pelaksanaan program.
Menutup kegiatan, disampaikan materi terkait strategi peningkatan produktivitas. Salah satu narasumber menegaskan bahwa syarat utama penerima bantuan adalah mengikuti kegiatan sosialisasi. Ia juga menjelaskan bahwa penerapan indeks pertanaman (IP) 300 dinilai sulit, sehingga solusi yang disarankan adalah memajukan jadwal tanam satu bulan lebih awal untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus menekan serangan hama.
Pengendalian hama, khususnya tikus, menjadi perhatian utama. Upaya yang disarankan antara lain menanam secara serentak, mengatur jarak tanam, serta membersihkan sisa tanaman atau gulma yang dapat menjadi sumber pakan hama. Dengan langkah tersebut, diharapkan siklus hidup hama dapat diputus dan produksi padi dapat lebih optimal.
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk menyinkronkan penyaluran bantuan serta memastikan program pemerintah dapat berjalan efektif dan tepat sasaran dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Mangkutana.
(AB)





