Rakor Internal, Camat Tomoni Timur Tekankan Disiplin Presensi dan Laporan Kinerja Harian

oleh -5 membaca
oleh

LUWU TIMUR, Chaneltimur.com –  Camat Tomoni Timur, Yulius, menegaskan pentingnya disiplin presensi dan pelaporan kinerja harian aparatur dalam rapat koordinasi internal lingkup Kecamatan Tomoni Timur, Senin (18/5).

Rapat yang berlangsung di Aula Kantor Camat Tomoni Timur usai Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) itu dipimpin langsung oleh camat didampingi Sekretaris Camat Delta Datu Tasik serta diikuti seluruh pejabat struktural dan staf kecamatan.

Dalam arahannya, camat menjelaskan bahwa rapat tersebut merupakan tindak lanjut hasil koordinasi dengan BKPSDM terkait masih ditemukannya pegawai yang melakukan presensi melewati batas waktu yang telah ditentukan.

Menurut dia, sistem presensi saat ini secara otomatis membaca ketepatan waktu kehadiran pegawai. Presensi yang sah, kata dia, harus terbaca “hijau” dalam sistem.

Karena itu, ia meminta seluruh ASN lebih disiplin dan tidak lagi menganggap remeh presensi kehadiran.

“Ini penting saya tegaskan karena menyangkut disiplin kita semua. Jangan ada yang menganggap remeh presensi karena sistem membaca apa yang kita lakukan dan itu juga terkoneksi dengan BKPSDM,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlambatan hanya dapat ditoleransi dalam kondisi tertentu dan harus dikonfirmasi kepada bagian kepegawaian, sekcam, maupun camat secara langsung.

“Mulai hari ini saya lakukan uji petik terhadap presensi kita guna melihat apakah kita taat atau tidak,” katanya.

Selain presensi harian, camat juga menyoroti menurunnya tingkat kehadiran staf pada kegiatan Sabtu Sehat Juara (SSJ). Padahal, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari edaran bupati dan presensinya dipantau langsung oleh BKPSDM.

Ia meminta seluruh pegawai kembali meningkatkan partisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari disiplin aparatur.

Di sisi lain, camat juga meminta seluruh staf membuat laporan kerja harian sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja.

Menurut dia, laporan tersebut diperlukan agar setiap aktivitas pegawai dapat terukur dan terdokumentasi dengan baik.

“Jangan sekadar hadir di kantor kemudian tidak mengerjakan apa-apa. Setiap hari harus ada laporan apa yang dikerjakan,” tegasnya. (Red)