LUWU TIMUR, Chaneltimur.com – Camat Tomoni Timur Yulius melepas sekitar 130 peserta Jambore Daerah Pelayanan Pemuda, Remaja, dan Mahasiswa Pantekosta (PELPRAMAP) Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang akan berlangsung di Sentra GPdI Sulawesi Selatan, Padang Iring, Kabupaten Tana Toraja, pada 23–26 Juni 2026.
Prosesi pelepasan dilaksanakan di halaman Gereja GPdI Filadelfia Cendana Hitam, Senin (22/6/2026), dan turut dihadiri Pdt. Sion Masokan serta Pdt. Yusman. Para peserta berasal dari tiga jemaat GPdI yang berada di wilayah Kecamatan Tomoni Timur.
Dalam arahannya, camat berpesan agar seluruh peserta menjaga nama baik Kabupaten Luwu Timur, Kecamatan Tomoni Timur, serta gereja selama mengikuti kegiatan jambore yang mempertemukan pemuda, remaja, dan mahasiswa Pantekosta dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
“Jaga nama baik daerah Luwu Timur, Tomoni Timur, dan nama baik gereja. Jangan melanggar aturan yang telah ditetapkan panitia. Ikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik, terutama kegiatan yang bersifat pembinaan kerohanian,” ujar Yulius.
Menurut dia, jambore bukan sekadar ajang pertemuan antarjemaat, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, peningkatan kedisiplinan, serta penguatan nilai-nilai spiritual generasi muda gereja.
Ia juga mengingatkan para peserta untuk menjaga ketertiban dan keselamatan selama perjalanan menuju Tana Toraja. Ia menilai rute yang akan ditempuh cukup panjang dengan kondisi lalu lintas yang padat sehingga memerlukan kewaspadaan seluruh peserta.
“Perjalanan menuju lokasi jambore cukup jauh dan padat kendaraan. Karena itu saya minta seluruh peserta tetap tertib, mengikuti arahan pendamping, dan selalu mengutamakan keselamatan selama di perjalanan,” katanya.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, memperoleh pengalaman yang bermanfaat, serta kembali ke daerah dengan membawa semangat baru untuk berkontribusi dalam kehidupan gereja maupun pembangunan masyarakat.
Jambore Daerah PELPRAMAP Sulawesi Selatan merupakan agenda pembinaan generasi muda GPdI yang diisi dengan berbagai kegiatan kerohanian, pengembangan karakter, serta penguatan kebersamaan antarpeserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. (Red)





