Luwu Timur, Chaneltimur.com – Transformasi digital pendidikan mulai diperkuat melalui peningkatan kapasitas kepala sekolah di Luwu Timur.
Kelompok Kerja Kepala Sekolah atau K3S Kabupaten Luwu Timur menggelar Bimtek Digitalisasi Pembelajaran yang pelaksanaannya dibagi dalam 3 zona.
Untuk zona 1 meliputi kecamatan Burau, Wotu, Tomoni dan Mangkutana, diadakan di SDN 175 Kawarasan, Kecamatan Tomoni, pada 18–19 Agustus 2026.
Bimtek ini diikuti kepala SD sebagai bagian dari upaya memahami arah perkembangan pembelajaran berbasis teknologi.
Materi kegiatan diarahkan pada pemanfaatan perangkat serta platform digital untuk mendukung proses pembelajaran.
Selain itu, peserta juga mendapatkan penguatan mengenai strategi penerapan digitalisasi secara efektif pada satuan pendidikan.
Ketua K3S Kabupaten Luwu Timur, Hardianto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan sekolah.
Menurutnya, kepala sekolah memiliki peran penting dalam mengarahkan penerapan teknologi pembelajaran di lingkungan masing-masing sekolah.
“Digitalisasi pembelajaran tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat teknologi dalam kegiatan belajar mengajar,” ujar Hardianto.
Lebih dari itu, pemanfaatan teknologi perlu disesuaikan dengan kebutuhan sekolah serta kondisi peserta didik.
Melalui kegiatan tersebut, kepala sekolah diharapkan memiliki pemahaman lebih baik mengenai arah transformasi pembelajaran.
Pengetahuan yang diperoleh selama bimtek selanjutnya dapat diterapkan sesuai karakteristik masing-masing satuan pendidikan.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 16.00 selama dua hari pelaksanaan. Pemateri pada bimtek ini adalah Nurdiana dan M. Nur Wahidin.
Bimtek tersebut diselenggarakan K3S Kabupaten Luwu Timur sebagai bagian dari penguatan kapasitas kepala sekolah.
Agenda ini sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai tantangan penerapan pembelajaran digital di lingkungan sekolah.
Dengan penguatan tersebut, sekolah diharapkan semakin siap menghadapi perubahan pola pembelajaran pada era teknologi.
Kegiatan digitalisasi pembelajaran juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antarkepala sekolah dalam mengembangkan inovasi pendidikan. (Red)





