LUWU TIMUR, Chaneltimur.com – Camat Tomoni Timur sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Pramuka Tomoni Timur, Yulius, S.Sos., M.A.P., hadir sebagai pembina upacara Api Unggun dalam rangkaian Galaksara Camp 2026 yang digelar UPT SMP Negeri 1 Tomoni Timur, Kamis (17/9/2026) malam.
Hadir pada kesempatan ini, Kepala sekolah UPT SMPN 1 Tomoni Timur, Kapolsek Tomoni Timur beserta jajaran, Kepala Desa Kertoraharjo, Kades Cendana Hitam Timur, Satlinmas dan orang tua Siswa.
Upacara api unggun yang berlangsung mulai pukul 19.30 WITA di Lapangan Upacara UPT SMP Negeri 1 Tomoni Timur tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan perkemahan yang dirancang untuk membentuk karakter, disiplin, kemandirian, kerja sama, dan keterampilan peserta didik.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Tomoni Timur menyampaikan apresiasi kepada pihak UPT SMP Negeri 1 Tomoni Timur yang telah melaksanakan kegiatan kepramukaan tersebut.
Menurutnya, kegiatan Pramuka merupakan aktivitas positif yang dapat memberikan pengalaman sekaligus membentuk karakter dan kemandirian siswa.
Ia menilai, melalui kegiatan Pramuka, banyak nilai positif yang dapat diperoleh peserta didik sebagai bekal menghadapi kehidupan mereka di masa depan.
“Kegiatan seperti ini sangat positif untuk membentuk karakter dan kemandirian siswa. Lewat Pramuka, banyak hal positif yang bisa didapatkan dan menjadi bekal bagi mereka di masa depan,” ujar camat
Di hadapan para peserta Galaksara Camp, Camat juga berpesan agar nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka tidak berhenti sebagai hafalan, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, pengamalan Dasa Dharma dapat dilakukan mulai dari lingkungan terdekat, baik di sekolah, rumah maupun di tengah masyarakat.
Salah satu bentuk sederhananya, kata dia, adalah menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dan membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Intinya, dalam setiap aktivitas, Dasa Dharma Pramuka harus kita amalkan dan kita aplikasikan,” tegasnya
Ia juga mengingatkan para siswa untuk menjaga hubungan baik dengan sesama, saling menghargai, serta menjadikan nilai-nilai kepramukaan sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak.
Pesan tersebut dinilai relevan dengan semangat kegiatan perkemahan yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas di luar kelas, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan dan kepedulian.
Meski mendorong siswa aktif dalam kegiatan kepramukaan, Camat Tomoni Timur mengingatkan agar aktivitas tersebut tetap berjalan seimbang dengan kewajiban utama mereka sebagai pelajar.
Ia meminta seluruh peserta didik untuk tidak melupakan tugas pokoknya, yakni belajar dengan giat dan sungguh-sungguh.
“Kegiatan nonakademik penting untuk membentuk karakter, tetapi tugas utama sebagai siswa tetap belajar. Karena itu, kegiatan akademik dan nonakademik harus berjalan seimbang,” pesannya.
Galaksara Camp 2026 sendiri menjadi wadah pembinaan generasi Pramuka yang tangguh, cerdas, kreatif, dan berkarakter. Melalui pengalaman berkemah dan berbagai kegiatan kepramukaan, peserta didik diharapkan tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari. (Red)
.





