Malili, Chaneltimur.com – Aksi penipuan bermodus mencatut nama aparat kembali memakan korban. Kali ini, seorang pimpinan media di Kabupaten Luwu Timur harus gigit jari setelah kehilangan uang puluhan juta rupiah.
Korban diketahui bernama Rusman, direktur salah satu media online dan cetak di wilayah tersebut. Ia mengaku ditipu oleh pelaku yang mengaku sebagai perwira kepolisian dari Polda Sulawesi Selatan.
Peristiwa bermula pada Rabu sore (29/4/2026) sekitar pukul 17.25 WITA. Saat itu korban menerima pesan melalui Messenger dari akun yang menggunakan foto profil seorang perwira polisi. Karena yakin itu sosok yang dikenalnya, korban pun merespons pesan tersebut.
Pelaku kemudian menggiring komunikasi ke WhatsApp. Tanpa curiga, korban memberikan nomor pribadinya.
Keesokan harinya, Kamis (30/4/2026), pelaku kembali menghubungi korban, bahkan sempat melakukan panggilan video yang menampilkan wajah mirip oknum polisi tersebut.
Dalam percakapan itu, pelaku menawarkan peluang ikut dalam pembelian mobil hasil lelang di Kejaksaan Tinggi Sulsel, yang merupakan hasil sitaan negara dari beberapa kasus pelanggaran hukum, Ia mengaku membutuhkan tambahan dana untuk mengamankan unit kendaraan jenis Pajero Sport dengan harga miring.
Agar semakin meyakinkan, pelaku menyebut adanya pesaing dalam lelang dan bahkan menghadirkan “orang lain” yang berpura-pura sebagai pihak penawar/pembeli dan pihak lain yang berperan sebagai oknum Kejaksaan Kepala bagian (Kabag) yang menangani surat-surat kendaraan hasil lelang tersebut, Korban pun sempat dihubungi oleh orang tersebut untuk membahas harga kendaraan.

Tak berhenti di situ, pelaku juga mengirimkan bukti transfer uang jaminan lelang sebesar Rp148 juta sebagai pancingan agar korban percaya.
Terbuai skenario tersebut, korban akhirnya mentransfer uang secara bertahap dengan total Rp42 juta. Rinciannya, Rp4 juta, Rp16 juta, Rp12 juta, dan Rp10 juta.
Namun, setelah uang dikirim, gelagat mencurigakan mulai terlihat. Nomor pelaku mendadak sulit dihubungi. Foto profil yang sebelumnya digunakan juga hilang, termasuk akun pihak lain yang sempat berkomunikasi dengan korban.
“Saya baru sadar setelah semuanya tidak bisa dihubungi. Nomornya tidak dapat dihubungi, foto propil juga sudah tidak ada,” ujar korban dengan nada kecewa.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih kritis dan waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat atau aparat, terlebih jika berkaitan dengan permintaan uang secara mendadak.
Hingga berita ini diterbitkan korban penipuan telah melaporkan kasus ini di wilayah Hukum Polres Luwu Timur. (Red)





