Luwu Timur, Chaneltimur.com – Camat Tomoni Timur Yulius bersama Kasibtrantib dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) turut ambil bagian dalam pelaksanaan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi di Desa Purwosari, Senin (27/4/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh dokter hewan drh. Gusti Made bersama dua petugas teknis dari bidang peternakan dan kesehatan hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Timur ini sebagai tindak lanjut Surat Sekretaris Daerah Kab. Luwu Timur Nomor: 500.7.2/982/DISPKP Perihal Vaksinasi PMK tanggal 21 April 2026 bahwa sebagai upaya pencegahan, pengendalian dan penanggulangan penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah Kabupaten Luwu Timur,
“Vaksinasi PMK ini menjadi langkah strategis, terutama menjelang hari raya ketika mobilitas dan permintaan ternak meningkat. Kami ingin memastikan ternak milik warga tetap sehat, aman, dan layak jual, sehingga tidak hanya melindungi aset peternak, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi masyarakat,” ujar camat Tomoni Timur disela sela pelaksanaan Vaksinasi.
Untuk Kecamatan Tomoni Timur telah dilakukan pemberitahuan resmi terkait pelaksanaan vaksinasi PMK antara lain untuk Desa yang jadi sasaran Vaksinasi yakni; Desa Alam Buana, Manunggal, Margomulyo, dan Purwosari. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah daerah sekaligus bagian dari program nasional vaksinasi PMK oleh Kementerian Pertanian.
Upaya vaksinasi dilakukan dalam skema dosis pertama maupun lanjutan (booster), khususnya di wilayah yang masuk dalam zona pengendalian. Pemerintah berharap langkah ini mampu menekan risiko penularan yang dapat berdampak pada produktivitas peternakan warga.
Sebelum penyuntikan vaksin dilakukan, tim Vaksinasi dan dokter hewan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap ternak. Pemeriksaan ini menjadi tahap krusial untuk memastikan hanya hewan yang memenuhi syarat yang menerima vaksin.
Langkah Vaksinasi ini mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam melindungi sektor peternakan sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat pedesaan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan hewan, dan partisipasi aktif warga, penyebaran PMK diharapkan dapat dikendalikan secara efektif. (Red)





