Tinjau Gedung SDN 2 Lawa yang Rusak Parah, Pj. Bupati Mubar Janji Segera Renovasi

oleh -7 membaca
oleh

MUBAR, Chaneltimur.com Gedung Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Lawa Kabupaten Muna Barat (Mubar) mengalami kerusakan parah. Sekolah yang terletak di Jalan Poros Raha Wamengkoli tepatnya di samping SMP Negeri 1 Lawa mengalami kerusakan pada bagian di tiang bangunan, plafon di ruang belajar, perpustakaan dan ruang IT.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu guru, Wa Haria mengatakan bahwa sejak pertama kali sekolah itu dibangun baru satu kali dilakukan renovasi, tetapi renovasi yang dilakukan tidak keseluruhan.

“Di tahun 2011 yang direnovasi cuma atap, plafon, dan lantai yang awalnya dari ubin menjadi tehel,” ujarnya, Selasa (19/3/2024).

Sementara itu, Kepala SDN 2 Lawa, Wa Angge mengatakan sejak belajar di luar ruangan, pihaknya memberikan opsi dengan menggunakan shift dalam proses belajar mengajar.

“Untuk kelas rendah kami masukkan di pagi hari, untuk kelas 4, dan 5, 6 kami masukkan di siang hari,” ujarnya.

Ia menyebut, hal ini dilakukan agar proses belajar mengajar tetap berjalan sesuai biasanya, sebab ruangan yang masih tergolong aman untuk siswa hanya tiga ruang belajar dan kantor guru.

Untuk itu, pihak SDN 2 Lawa mengharapkan secepatnya bantuan renovasi segera dilaksanakan, sehingga siswa siswi mampu belajar seperti sedia kala tanpa harus menggunakan shift.

Menanggapi hal ini, Pj Bupati Muna Barat, La Ode Butolo mengatakan akan segera merenovasi secara utuh gedung sekolah tersebut, karena kerusakan yang dialami sangat parah bahkan hingga tiang penyangga keropos atau akan runtuh.

“Segera mungkin akan direnovasi oleh Pemda sebab ini pelayanan dasar,” ungkapnya.

Kata La Ode Butolo, Pemda saat ini masih melihat biaya anggaran yang akan dibutuhkan, sebab kalau bersumber dari APBD reguler sudah sangat terlambat sehingga nanti akan dianggarkan di perubahan atau pada APBD 2025 mendatang.

“Tentu, Pemda juga akan berusaha sebaik mungkin memikirkan proses keamanan dan kenyamanan siswa siswi SDN 2 Lawa dalam menerima pembelajaran.” Pungkasnya.

Reporter: Dedi