Tiga SPBU Dipantau, Sekda Jeneponto Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying BBM

oleh -2 membaca
oleh

Jeneponto, Chaneltimur.com –  Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto, Dr. Aspa Muji, S.STP., M.Si., selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemantauan dan Pengawasan Penyaluran BBM Kabupaten Jeneponto, melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi ketersediaan dan penyaluran BBM di sejumlah SPBU.

Pemantauan dilakukan pada tiga SPBU sebagai langkah untuk memastikan ketersediaan BBM sekaligus melihat kondisi antrean yang terjadi di lapangan.

Dari hasil pemantauan tersebut, tidak ditemukan adanya kelangkaan BBM maupun kekurangan pasokan dari Pertamina. Bahkan, pasokan BBM yang diterima SPBU disebut mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya.

Meski demikian, antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU. Kondisi tersebut dinilai lebih dipicu oleh meningkatnya pembelian masyarakat secara bersamaan akibat kekhawatiran terhadap isu kelangkaan BBM atau panic buying, bukan karena tidak tersedianya pasokan.

“Dari tiga SPBU yang kami pantau, tidak ada kelangkaan BBM. Yang terjadi adalah antrean akibat panic buying masyarakat. Pasokan dari Pertamina justru bertambah dari sebelumnya,” ujar Dr. Aspa Muji melalui pesan singkat kepada Humas Pemerintah Kabupaten Jeneponto.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Jeneponto mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying dan membeli BBM secara berlebihan. Masyarakat diharapkan tetap tenang serta membeli BBM sesuai kebutuhan.

Perkuat Pengawasan Penyaluran BBM Bersubsidi

Melalui Satgas Pemantauan dan Pengawasan Penyaluran BBM, Pemerintah Kabupaten Jeneponto juga akan memperkuat pengawasan untuk mencegah berbagai bentuk penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Pengawasan termasuk menyasar kendaraan yang telah memenuhi kuota maksimal harian agar tidak melakukan pengisian secara berulang. Hal tersebut penting untuk mencegah terjadinya antrean berulang yang dapat memicu kepadatan kendaraan di sekitar SPBU serta mengganggu kelancaran pelayanan kepada masyarakat lainnya.

Satgas akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.

Distribusi LPG 3 Kg Turut Dipantau

Tidak hanya BBM, Pemerintah Kabupaten Jeneponto juga akan melakukan pengecekan terhadap kondisi distribusi LPG 3 kilogram di lapangan.

Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan LPG bersubsidi dapat diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang memang berhak, khususnya rumah tangga sasaran serta kelompok pengguna sesuai ketentuan yang berlaku.

Dr. Aspa Muji menegaskan bahwa pemantauan terhadap BBM dan LPG merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat sekaligus mencegah terjadinya penyalahgunaan dan pembelian yang tidak sesuai peruntukan.

Pemerintah Kabupaten Jeneponto mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Dengan pasokan BBM yang tetap tersedia dan mengalami peningkatan, masyarakat diharapkan tetap tenang dan memenuhi kebutuhan secara wajar.

Pemkab Jeneponto bersama Satgas dan pihak terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap distribusi BBM dan LPG di lapangan guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi serta penyalurannya berjalan tertib, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan.