Luwu Utara, Chaneltimur.com –
Satuan pelayanan pemenuhan gizi ( SPPG ) 003 di Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara,secara tiba-tiba berhenti beroperasi selama dua pekan sejak 6 April 2026 , setelah beberapa bulan ber’oprasi.
Hingga Rabu (15/4/2026), belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG terkait penghentian layanan tersebut.
Ketiadaan informasi ini memicu tanda tanya di kalangan sekolah dan masyarakat, mengingat program MBG memiliki peran penting dalam pemenuhan gizi para siswa.
Murid UPT SMP 1 BAEBUNTA berharap agar SPPG atau MBG 003 Baebunta bisa ber’oprasi lagi.
“Kami murid UPT SMP 1 BAEBUNTA berharap agar MBG bisa masuk kembali karena sudah dua minggu tidak ada masuk ke sekolah kami… kami sangat berharap MBG bisa masuk kembali ke sekolah kami agar bisa menghemat uang jajan kami, dan bisa memenuhi tambahan gizi yang kami butuhkan.
Di tempat terpisah ‘Kepala SD Bentena Baebunta, Yanto Patau, menyampaikan harapannya agar ada kejelasan dari pihak penyelenggara terkait kelanjutan program tersebut.
“Kami berharap ada kejelasan dari pihak SPPG 003 Baebunta, apakah program ini masih berlanjut atau tidak,” ujar Yanto.
Menurutnya, sejak Dapur MBG tidak lagi beroperasi, siswa tidak lagi mendapatkan asupan tambahan bergizi, yang sebelumnya rutin diberikan melalui program tersebut ( MBG ).
Program makan bergizi gratis selama ini dinilai membantu menunjang aktivitas belajar di sekolah.
Minimnya transparansi dari pihak terkait juga menjadi sorotan, hingga saat ini belum diketahui apakah penghentian operasional bersifat sementara atau permanen, serta apa kendala yang menyebabkan layanan tersebut terhenti secara tiba-tiba.
Sejumlah pihak berharap pemerintah dan instansi terkait segera memberikan penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat, sekaligus memastikan keberlanjutan program yang menyasar kebutuhan dasar anak-anak sekolah.
Sementara pihak pengelolah SPPG 003 Baebunta Kabupaten Luwu Utara yang dikonfirmasi via WhatsApp belum memberi jawaban. Lap. Mwn





