BOMBANA, Chaneltimur.com – Serikat Gerakan Mahasiswa mengecam keras ketidakbecusan Pemerintah Daerah (Pemda) Bombana dalam menyediakan unit pemadam kebakaran (Damkar) yang memadai di setiap titik beberapa kecamatan. Lemahnya perencanaan dan minimnya kesiapsiagaan pemerintah daerah dinilai menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat.
Kecaman ini menyusul peristiwa kebakaran yang baru-baru ini terjadi di Desa Mulaeno, Kecamatan Poleang Tengah, pada tanggal 22 Januari 2026. Dalam kejadian tersebut, masyarakat harus menghadapi kebakaran dengan keterbatasan sarana penanggulangan, sementara unit Damkar tidak tersedia secara cepat dan merata di wilayah kecamatan.
Segema menilai Pemda Bombana gagal menjalankan tanggung jawabnya dalam memberikan perlindungan dasar kepada warga. Pengadaan unit Damkar yang tidak merata dan tidak ditempatkan secara strategis di setiap kecamatan menunjukkan buruknya tata kelola kebencanaan serta abainya pemerintah terhadap potensi risiko kebakaran yang kerap terjadi.
“Ini bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan bentuk nyata dari kegagalan pemerintah daerah dalam menjamin keselamatan warganya. Kebakaran bukan peristiwa baru, namun hingga hari ini Pemda Bombana masih belum serius menghadirkan solusi konkret,” tegas Egar Afriman Selaku Ketua Serikat gerakan mahasiswa.
Serikat Gerakan Mahasiswa pun mendesak Pemda Bombana untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, mempercepat pengadaan unit Damkar di setiap kecamatan, serta memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung lainnya. Jika tuntutan ini terus diabaikan, Segem menyatakan siap melakukan konsolidasi gerakan dan aksi lanjutan sebagai bentuk perlawanan terhadap pembiaran dan ketidakpedulian pemerintah daerah. (Red)





