Luwu Utara, Chaneltimur.com –
Rotasi bidan desa di Desa Sumber Harum, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan.
Pasalnya, bidan desa yang sebelumnya bertugas di Desa Sumber Harum dirotasi ke Puskesmas Cendana Putih. Sementara itu, posisi yang ditinggalkannya kini digantikan oleh bidan desa lain yang juga berdomisili di desa yang sama ‘ Desa Sumber Harum.
Kebijakan rotasi tersebut memunculkan pertanyaan, terutama terkait alasan penempatan bidan pengganti yang sama-sama merupakan warga desa setempat.
Anggota DPRD Luwu Utara, Saifuddin turut mempertanyakan kebijakan tersebut. Ia menyoroti alasan rotasi yang dinilai perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Saifuddin mempertanyakan apakah rotasi tersebut benar-benar murni berdasarkan kebutuhan pelayanan kesehatan atau memiliki kaitan dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak.
“Jika rotasi ini bukan karena Pilkades serentak, kenapa harus warga setempat juga yang menggantikan bidan desa tersebut? Kenapa bukan orang luar dari Desa Sumber Harum?” kata Saifuddin, kepada awak media, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, penempatan bidan desa pengganti yang juga berasal dari Desa Sumber Harum menjadi hal yang patut dipertanyakan, mengingat bidan sebelumnya yang dipindahkan ke Puskesmas Cendana Putih juga merupakan warga desa tersebut.
Persoalan ini pun menjadi perhatian karena rotasi tenaga kesehatan di tingkat desa berkaitan dengan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Perlu Penjelasan Dinas Terkait
Rotasi tenaga kesehatan pada dasarnya merupakan bagian dari kebijakan kepegawaian. Namun, alasan dan pertimbangan di balik penempatan tersebut perlu dijelaskan agar tidak memunculkan dugaan adanya kepentingan tertentu.
Dalam kasus rotasi bidan desa di Sumber Harum, penjelasan dari pihak terkait diperlukan untuk memastikan apakah kebijakan tersebut didasarkan pada kebutuhan pelayanan kesehatan, pemerataan tenaga kesehatan, atau pertimbangan lainnya.
Masyarakat pun menantikan penjelasan agar polemik rotasi bidan desa di Kecamatan Mappedeceng ini tidak berkembang menjadi spekulasi, khususnya terkait dugaan kaitannya dengan Pilkades serentak.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada konfirmasi kepada Dinas Kesehatan Luwu Utara atau pihak Puskesmas terkait. Kepala Dinas Kesehatan yang dihubungi melalui WhatsApp pribadinya mulai kemarin Hingga hari ini belum memberikan tanggapan apa-apa.





