Pra-Musrenbang Tomoni Timur Hasilkan 16 Usulan Prioritas Pembangunan 2027

oleh -17 membaca
oleh

LUWU TIMUR, Chaneltimur.com Kegiatan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra-Musrenbang) Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menghasilkan 16 usulan kegiatan prioritas dari delapan desa. Usulan tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam Musrenbang tingkat kecamatan sebelum ditetapkan pada Musrenbang Kabupaten untuk program pembangunan tahun anggaran 2027.

Pra-Musrenbang yang digelar Kamis (29/1) di aula Kantor Kecamatan Tomoni Timur ini dibuka langsung oleh Camat Tomoni Timur, Yulius. Kegiatan dihadiri Kepala Puskesmas Tomoni Timur, para kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), aparat desa, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), serta jajaran Pemerintah Kecamatan Tomoni Timur.

Dalam sambutannya, Yulius menegaskan bahwa Pra-Musrenbang memiliki peran strategis dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
“Tujuan Pra-Musrenbang adalah menyiapkan dan merumuskan usulan pembangunan dari tingkat bawah sebelum dibahas dalam forum Musrenbang resmi yang akan digelar pada 2 Februari mendatang,” kata Yulius.

Ia menjelaskan, Pra-Musrenbang bertujuan menampung aspirasi masyarakat, menggali kebutuhan dan permasalahan di tingkat desa, serta mengidentifikasi potensi wilayah yang dapat dikembangkan. Selain itu, forum ini juga berfungsi menyusun skala prioritas kegiatan pembangunan dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses perencanaan.
“Hasil Pra-Musrenbang ini menjadi bahan utama pembahasan pada Musrenbang desa, kecamatan, hingga kabupaten,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Yulius juga mengajak seluruh kepala desa dan masyarakat Tomoni Timur untuk ikut menyukseskan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XI Kabupaten Luwu Timur yang akan berlangsung pada 8–14 Februari 2026 di Lapangan Batara Guru, Desa Kertoraharjo.

Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat terlibat aktif dalam defile kafilah, yang akan menampilkan keberagaman lintas suku dan agama sebagai simbol kemajemukan dan persatuan masyarakat Tomoni Timur.
“Partisipasi seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk menunjukkan semangat kebersamaan dan toleransi di Tomoni Timur,” kata Yulius. (Red)