Pastikan Kesehatan Hewan Qurban, Kecamatan Tomoni Timur Gelar Rakor Bersama Kades dan Imam Desa

oleh -3 membaca
oleh

Luwu Timur, Chaneltimur.com Dalam rangka memastikan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah berjalan aman, sehat, tertib, dan sesuai syariat, Kecamatan Tomoni Timur menggelar rapat koordinasi bersama kepala desa, imam desa, Ketua PHBI, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Rabu (12/05), di Aula Kantor Camat Tomoni Timur.

Rakor dipimpin langsung oleh Camat Tomoni Timur, Yulius, dengan fokus utama memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan penyembelihan hewan qurban sekaligus mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah Kecamatan Tomoni Timur.

Dalam arahannya, Camat Tomoni Timur menekankan pentingnya kesiapan seluruh unsur pemerintah desa, panitia qurban, dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan Idul Adha yang aman dan kondusif.

“Koordinasi lintas sektor sangat penting untuk memastikan pelaksanaan ibadah qurban berjalan lancar, sekaligus menjamin hewan qurban yang disembelih dalam kondisi sehat, aman, dan layak konsumsi,” ujarnya.

Selain membahas pengawasan kesehatan hewan qurban, rakor juga membahas kesiapan pelaksanaan Shalat Idul Adha di seluruh desa, meliputi pendataan lokasi pelaksanaan shalat, pengaturan kebersihan dan keamanan area masjid maupun lapangan, kesiapan parkir dan lalu lintas, hingga pengamanan bersama TNI, Polri, dan Satpol PP.

Pemerintah kecamatan juga mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban, memperkuat toleransi antarumat beragama, serta memastikan kesiapan fasilitas pendukung seperti air bersih, listrik, dan kebersihan lingkungan.

Pada kesempatan tersebut, drh. Gusti Made Widyantara, S.KH dari Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan menyampaikan materi sosialisasi terkait pelaksanaan qurban yang memenuhi aspek syariat, kesehatan masyarakat veteriner, dan kelestarian lingkungan.

Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa pelaksanaan qurban modern perlu mengintegrasikan tiga pilar utama, yaitu syariat Islam, kesehatan masyarakat veteriner (zoonosis), dan pengelolaan lingkungan berbasis zero waste.

“Ibadah qurban bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi juga bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab bersama dalam menjamin keamanan pangan asal hewan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemilihan hewan qurban harus memperhatikan umur minimal dan kondisi fisik hewan. Sapi minimal berusia dua tahun, kambing satu tahun, dan domba minimal enam bulan atau sudah poel. Hewan juga harus sehat, aktif, tidak cacat, serta tidak menunjukkan gejala penyakit.

Panitia qurban juga diingatkan untuk memastikan setiap hewan dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai bukti bahwa ternak telah melalui pemeriksaan kesehatan dan pengawasan petugas veteriner.

Dalam sosialisasi tersebut turut disampaikan kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis seperti anthrax, brucellosis, PMK, Lumpy Skin Disease (LSD), cacing hati, dan cysticercosis yang berpotensi mengganggu kesehatan hewan maupun manusia.

Petugas kesehatan hewan menegaskan, apabila ditemukan gejala anthrax seperti keluarnya darah hitam dari lubang tubuh hewan, maka proses penyembelihan harus segera dihentikan dan dilaporkan kepada petugas berwenang.

Selain aspek kesehatan hewan, perhatian juga diberikan terhadap penerapan kesejahteraan hewan (animal welfare) dalam proses penyembelihan. Hewan qurban diminta diperlakukan secara baik dan tidak menimbulkan stres sebelum penyembelihan dilakukan.

Pengelolaan limbah qurban juga menjadi perhatian penting dalam rakor tersebut. Panitia diimbau tidak membuang darah atau limbah hewan ke sungai dan saluran air guna mencegah pencemaran lingkungan serta penyebaran penyakit.

Sebagai bentuk dukungan terhadap qurban ramah lingkungan, masyarakat juga didorong mengurangi penggunaan plastik sekali pakai saat distribusi daging qurban dengan memanfaatkan besek bambu, daun pisang, atau wadah pakai ulang.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kecamatan Tomoni Timur bersama seluruh stakeholder berharap pelaksanaan Idul Adha tahun ini dapat berjalan lebih tertib, higienis, aman, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat. (Red)