Camat Tomoni Timur Buka Pelatihan Pencegahan Stunting bagi Tenaga Lini Lapangan

oleh -2 membaca
oleh

LUWU TIMUR, Chaneltimur.com –  Camat Tomoni Timur, Yulius, membuka kegiatan peningkatan kapasitas tenaga lini lapangan dalam upaya percepatan pencegahan stunting di Aula Kantor Camat Tomoni Timur, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan angkatan III tersebut diikuti 20 peserta yang terdiri atas Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB), kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP), Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta Kader Pembangunan Manusia.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri Kepala Bidang Keluarga Berencana Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Luwu Timur, Hajar Nur, serta Koordinator PLKB Kecamatan Tomoni Timur, Lukas Gadi.

Dalam arahannya, Camat Tomoni Timur Yulius menegaskan bahwa persoalan stunting bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan sumber daya manusia di daerah.

Menurut dia, upaya pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan aktif seluruh unsur di lapangan karena tenaga lini terdepan memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.

“Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak, terutama tenaga lapangan yang bersentuhan langsung dengan keluarga dan masyarakat,” ujar Yulius.

Ia berharap melalui kegiatan tersebut, kapasitas para kader dan tenaga pendamping semakin meningkat sehingga mampu memberikan pemahaman yang tepat terkait pola asuh, pemenuhan gizi, hingga pentingnya kesehatan ibu dan anak.

Selain itu,Camat juga meminta seluruh peserta aktif membangun komunikasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat agar program percepatan penurunan stunting dapat berjalan efektif.

“Kader di lapangan adalah ujung tombak. Keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh kerja nyata dan pendampingan yang dilakukan secara konsisten,” katanya.

Sementara itu, Kabid Keluarga Berencana DPPKB Luwu Timur, Hajar Nur, mengatakan peningkatan kapasitas tenaga lini lapangan menjadi bagian penting dalam memperkuat strategi pemerintah daerah menekan angka stunting.

Melalui peningkatan kapasita tersebut, peserta diharapkan mampu memahami tugas dan fungsi pendampingan keluarga secara lebih optimal, khususnya dalam mendeteksi dini risiko stunting pada anak dan ibu hamil. (Red)