Luwu Timur, Chaneltimur.com – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2027 Kecamatan Tomoni Timur berlangsung lancar, Senin (2/2/2026), di Gedung Serbaguna Kecamatan Tomoni Timur.
Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta, mulai dari kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, unsur Forkopimcam, kepala desa, kepala sekolah, tenaga kesehatan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), aparat desa, hingga tokoh masyarakat.
Dari unsur legislatif, lima anggota DPRD Luwu Timur daerah pemilihan IV Mangkutana Raya hadir, yakni Dwi Herianto, Aprianto, Sukasman, Wahidin Wahid, dan Andi Surono. Dua anggota DPRD lainnya, Hj Suwati dan Ambrosius, berhalangan hadir karena mengikuti agenda Badan Musyawarah (Bamus) di DPRD Luwu Timur.
Musrenbang dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Luwu Timur, Aini Endis Anrika, yang mewakili Bupati Luwu Timur.
Dalam laporan awal, Camat Tomoni Timur Yulius menjelaskan bahwa Musrenbang RKPD 2027 merupakan tindak lanjut dari pra-Musrenbang yang sebelumnya digelar di tingkat desa. Pada tahapan tersebut, setiap desa mengusulkan lima kegiatan prioritas yang kemudian dikerucutkan menjadi dua usulan untuk dibahas di tingkat kecamatan.
“Pada pra-Musrenbang kemarin, seluruh kepala desa telah mengusulkan kegiatan prioritas masing-masing desa. Dari lima usulan, dikerucutkan menjadi dua usulan yang dibawa pada Musrenbang hari ini,” ujar Yulius.
Ia juga berharap kehadiran anggota DPRD dapat memperkuat dukungan anggaran melalui alokasi pokok-pokok pikiran (pokir) dewan, khususnya untuk kegiatan yang dinilai mendesak bagi masyarakat desa.
Camat Tomoni Timur juga melaporkan bahwa total anggaran yang masuk ke Kecamatan Tomoni Timur pada tahun anggaran 2026 mencapai lebih dari Rp 4,1 miliar yang tersebar di tujuh desa. Namun, Desa Alam Buana menjadi satu-satunya desa yang belum memperoleh porsi anggaran.
“Kami mohon kiranya anggota dewan yang terhormat dapat mencarikan solusi atas kondisi ini,” kata Yulius.
Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Luwu Timur dari Fraksi Golkar, Wahidin Wahid, mengajak seluruh anggota DPRD daerah pemilihan IV Mangkutana Raya untuk mengalokasikan pokir masing-masing sebesar Rp 200 juta guna mendukung tambahan program pembangunan di Tomoni Timur, termasuk bagi Desa Alam Buana.
“Kalau masing-masing anggota dewan di dapil IV mengalokasikan pokir Rp 200 juta, ini sudah cukup membantu percepatan pembangunan di Tomoni Timur, khususnya desa yang belum tersentuh anggaran seperti Alam Buana,” ujar Wahidin.
Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi kunci agar usulan masyarakat yang muncul dalam Musrenbang dapat benar-benar terakomodasi dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah. (Red)





