Luwu Timur, Chaneltimur.com — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XI Kabupaten Luwu Timur yang berlangsung di Kecamatan Tomoni Timur pada 8–14 Februari 2026 berjalan lancar dan sukses. Kegiatan bernuansa religius tersebut ditutup secara resmi oleh Irwan Bachri Syam pada Sabtu (14/2/2026) malam.
Keberhasilan penyelenggaraan MTQ XI tidak terlepas dari dukungan banyak pihak—baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung—yang memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan khidmat. Apresiasi itu disampaikan Camat Tomoni Timur, Yulius, saat menyampaikan laporan dan sambutan selaku tuan rumah, mewakili panitia serta masyarakat setempat.
“Penutupan malam ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah titik temu antara ikhtiar dan doa, antara kerja keras dan kebersamaan,” ujar Yulius. Selama beberapa hari, lanjutnya, Tomoni Timur disinari lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menggema dari panggung utama hingga masjid, bahkan menguatkan ruang-ruang batin masyarakat.
Atas nama pemerintah kecamatan, panitia, dan masyarakat, Yulius menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Timur atas kepercayaan menjadikan Tomoni Timur sebagai tuan rumah. “Kepercayaan ini adalah kehormatan sekaligus amanah yang kami jaga dengan penuh tanggung jawab,” katanya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada unsur Forkopimcam, para kepala desa, unit kerja, tenaga kesehatan, petugas kebersihan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta warga Tomoni Timur lintas agama dan suku. Menurut Yulius, kebersamaan dan kekompakan masyarakat menjadi fondasi utama suksesnya MTQ XI.
Secara khusus, ia mengapresiasi para kepala desa se-Tomoni Timur yang meminjamkan kendaraan dinas operasional beserta sopir selama sepekan untuk mendukung mobilitas dewan hakim. “Dukungan itu sangat membantu kelancaran teknis pelaksanaan,” ujarnya.
MTQ XI, lanjut Yulius, menjadi bukti bahwa harmoni bukan sekadar jargon. Di tengah keberagaman, seluruh elemen berdiri bersama menjaga ketertiban, memberikan pelayanan terbaik, serta menciptakan suasana aman dan penuh kekhidmatan. Apresiasi juga ditujukan kepada seluruh kafilah dari tiap kecamatan yang menghadirkan kompetisi sehat, bermartabat, dan menjunjung persaudaraan.
Sebagai tuan rumah, Yulius menyampaikan permohonan maaf atas berbagai keterbatasan dalam penyambutan, pelayanan, maupun fasilitas. “Segala kekurangan menjadi bahan evaluasi berharga bagi kami,” katanya.
Penghargaan turut disampaikan kepada aparat keamanan dari berbagai unsur—TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, serta Satlinmas atas dedikasi dan kerja sama yang solid. Berkat pengamanan profesional dan humanis, seluruh kegiatan berlangsung aman dan kondusif hingga penutupan.
“Semoga dari MTQ XI ini lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya indah dalam tilawah, tetapi juga kuat dalam akhlak dan menjadi perekat persatuan,” tutur Yulius. Ia pun melepas kepulangan seluruh kafilah ke kecamatan masing-masing dengan harapan silaturahmi yang terjalin selama MTQ terus terpelihara. (Red)





