TORAJA, Chaneltimur.com – Even bertaraf internasional, Magical Toraja kembali dilaksanakan tahun ini. Even yang digagas oleh Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) ini diproyeksi menjadi awal kebangkitan ekonomi rakyat.
Even ini dilaksanakan dalam rangkaian memperingati HUT Kemerdekaan dan Hari Jadi Toraja ke-775. Kegiatan ini juga untuk menyambut G-20.
Magical Toraja dibuka Kamis 25 Agustus 2022 di Lapangan Bakti Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara. Acara ini sedianya berlangsung sejak 15 Agustus 2022 dan puncaknya akan dilaksanakan pada 31 Agustus 2022 di Pasar Seni Plaza Kolam Makale Kabupaten Tana Toraja.
Pembukaan acara Magical Toraja ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat karena menampilkan karnaval fashion budaya Toraja. Karnaval diikuti puluhan peserta se-Sulawesi Selatan.
Hajatan ini terbilang jarang diadakan di Toraja. PMTI sendiri menyatakan tekad menjadikan Magical Toraja sebagai lompatan awal mengembalikan pesona Toraja di mata dunia.
Selain karnaval fashion budaya, di hari yang sama juga ditampilkan lomba marching band tingkat SMA/SMK dari tiga daerah yaitu Tana Toraja, Toraja Utara dan Kota Palopo.
Magical menghadirkan tamu-tamu undangan dari kalangan pejabat. Di antaranya pihak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI yang diwakili oleh Direktur Politeknik Pariwisata Makassar, Gubernur Sulsel yang diwakili Kadis Kominfo Sulsel, Pangdam XIV Hasanuddin, Kapolda Sulawesi Selatan, sejumlah wali kota dan bupati di Sulsel. Hadir pula pejabat dari tanah Luwu Raya dan Kabupaten Mamasa, para Tokoh Toraja dan sejumlah pengurus PMTI dari dalam maupun luar negeri.
Dalam sambutannya, Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang menyambut gembira terlaksananya Magical Toraja di Kabupaten Toraja Utara. Baginya adanya event-event seperti ini akan menggerakkan ekonomi di Toraja Utara.
“Kami berterima kasih kepada PMTI karena telah menggagas kegiatan ini sehingga Toraja Utara didatangi oleh banyak pengunjung dari berbagai daerah sehingga dapat menggerakkan ekonomi di Toraja Utara,” ungkapnya.
Ditambahkan Yohanis Bassang, event internasional semacam ini dapat mempromosikan pariwisata Toraja Utara hingga ke luar negeri. Kata dia, tentunya ini akan berdampak pada peningkatan ekonomi daerah.
Event ini juga disambut gembira oleh masyarakat Toraja Utara karena menampilkan pertunjukan yang mencirikan budaya Toraja dan diadakan di pusat kota Toraja Utara. Selain masyarakat, para pedagang juga ikut merasakan dampak positifnya karena telah menaikkan pendapatan mereka dibandingkan hari-hari biasanya.
Kami sangat senang jika ada kegiatan seperti ini dan dilaksanakan di pusat kota seperti ini karena kami para pedagang juga dapat merasakan dampak positifnya. Biasanya acara-acara budaya dan bercirikan pariwisata hanya diadakan di tempat-tempat wisata sehingga hanya dapat dilihat dan dinikmati oleh orang-orang tertentu saja”, ungkap salah seorang pedagang yang selalu berjualan di Lapangan Bakti Rantepao.
Editor YUSUF R





