Kolaborasi Pemerintah dan WHDI Desa Margomulyo dalam Sosialisasi Pencegahan Rabies

oleh -11 membaca
oleh

Luwu Timur, Chaneltimur.com – Pemerintah Desa Margomulyo bersama Camat Tomoni Timur dan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Desa Margomulyo menggelar sosialisasi pencegahan rabies di Balai Banjar Sidikarya, Dusun Tampaksiring, Desa Margomulyo, Jumat (24/5/2024) malam.

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti Kepala Desa Margomulyo Suwanto, Ketua PHDI Desa Margomulyo, Made Gindil, Kepala Dusun Tampaksiring, serta Dokter Hewan, I Gusti Ngurah yang bertindak sebagai narasumber.
Dalam sambutannya, Suwanto menekankan pentingnya sosialisasi rabies mengingat tingginya kasus gigitan anjing di wilayah tersebut.
“Kami berharap melalui sosialisasi ini, masyarakat dapat memahami bahaya gigitan anjing rabies dan mampu melakukan pencegahan yang tepat,” kata Suwanto.
Ia juga menyinggung berbagai program pemerintah daerah Luwu Timur yang saat ini sedang berlangsung di desa yang harus didukung oleh seluruh Masyarakat, apalagi Bupati Luwu Timur menggelontorkan dana Bantuan Keuangan Kkhusus (BKK) kepada seluruh desa yang bertujuan untuk pemberdayaan perempuan dan pembangunan desa.
Camat Tomoni Timur, Yulius menyampaikan bahwa, sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan para kepala desa se-Kecamatan Tomoni Timur untuk menurunkan kasus gigitan anjing rabies.
“Tomoni Timur memiliki angka kasus gigitan anjing tertinggi di Luwu Timur. Oleh karena itu, kita perlu terus melakukan intervensi, pencegahan, dan sosialisasi kepada masyarakat,” ujar Yulius.
Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif mengawal dan mendukung program pemerintah daerah agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.
Dokter Hewan, I Gusti Ngurah menjelaskan bahwa, rabies adalah penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus yang masuk ke tubuh melalui luka atau gigitan.
“Virus ini bergerak melalui saraf menuju otak, dan setelah mencapai otak, akan menyebar ke kelenjar air liur dan organ lain. Pada tahap ini, hewan atau manusia yang terinfeksi akan menunjukkan gejala parah dan pengobatan menjadi tidak efektif,” terang Gusti Ngurah.
Ia juga memberikan panduan tentang langkah-langkah pertama yang harus dilakukan jika terjadi gigitan, yakni mencuci luka dengan air mengalir dan sabun selama 5-10 menit, kemudian memberikan antiseptik.
Sosialisasi tersebut berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab. Para peserta, mayoritas ibu-ibu anggota WHDI, banyak bertanya mengenai tindakan yang harus diambil jika terjadi gigitan. Respon positif dari peserta menunjukkan tingginya antusiasme dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan rabies.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Dusun Tampaksiring dan sekitarnya lebih waspada terhadap bahaya rabies serta mampu mengambil langkah pencegahan yang tepat, guna menurunkan angka kasus gigitan anjing rabies di wilayah Tomoni Timur. (ikp-humas/kominfo-sp)