Kendalikan Inflasi, Disperindagkop dan UKM Lutim Gelar Pasar Murah Ramadan di 11 Kecamatan

oleh -12 membaca
oleh

Luwu Timur, Chaneltimur.com – Dalam rangka pengendalian Inflasi, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian, melaksanakan kegiatan Pasar Murah Ramadan sebagai salah satu langkah pengendalian inflasi, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H/2024 M. Kegiatan ini dilakukan selama 11 hari di 11 kecamatan, dimulai dari tanggal 22 Maret 2024 hingga 1 April 2024.

Senfry Oktavianus, Kadis Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian menjelaskan bahwa, pasar murah tersebut bertujuan khusus untuk membantu rumah tangga miskin, dengan target 2.100 rumah tangga miskin. Paket sembako yang telah disubsidi dari APBD Kabupaten Luwu Timur disediakan untuk mereka.
“Pasar murah Ramadan ini merupakan salah satu langkah konkret Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam mengendalikan inflasi, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kami berkomitmen untuk memberikan bantuan kepada rumah tangga miskin dengan menyediakan paket sembako yang telah disubsidi melalui APBD Kabupaten Luwu Timur,” kata Senfry.
“Harapan kami adalah dapat meringankan beban ekonomi mereka, terutama di saat beberapa harga komoditas cenderung naik menjelang hari besar keagamaan,” tambahnya.
Proses pelaksanaan pasar murah dimulai dengan pendistribusian kupon kepada pemerintah desa melalui pemerintah kecamatan, yang selanjutnya disalurkan kepada rumah tangga miskin yang memenuhi syarat. Pada saat pasar murah Ramadan berlangsung, paket sembako didistribusikan kepada rumah tangga miskin yang telah memiliki kupon sebelumnya.
Sebanyak 2.100 paket sembako disediakan dan telah disubsidi melalui APBD Kabupaten Luwu Timur, sehingga harga jualnya relatif rendah. Paket sembako tersebut terdiri dari minyak goreng (2 liter), tepung terigu (2 liter), gula pasir (2 kg), susu kental manis (2 kaleng), mentega (1 kg), dan mie instan (5 bungkus).
Diharapkan, dengan adanya pasar murah Ramadan ini, beban rumah tangga miskin dapat berkurang, terutama saat menjelang hari besar keagamaan di mana beberapa harga komoditas mengalami kenaikan. (ikp-humas/kominfo-sp)