“Dr. Asrullah, S.H., M.H.”
(Wakil Ketua Umum PP PRIMA DMI)
Dalam lanscape kehidupan kemasyarakatan dan Kenegaraan, Peringatan
Maulid Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam bukan sekadar momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk meneladani nilai-nilai perjuangan beliau dalam membangun Peradaban (Build and Develop The Civilization).
Dalam Aspek Sosial Kemasyarakatan, Rasulullah mengajarkan pentingnya membangun masyarakat yang Saling Peduli, Menghormati, dan Menguatkan (Respecful Each Other). Beliau hadir membela Kaum Lemah, memperhatikan Anak yatim, menghormati tetangga, serta membangun persaudaraan di tengah Keberagaman.
Karena itu, semangat Maulid harus mendorong kita untuk memperkuat Ukhuwah, gotong royong, kepedulian sosial, dan persatuan umat serta bangsa.
Dari Aspek Politik, Rasulullah memberikan teladan bahwa kekuasaan dan kepemimpinan adalah amanah untuk menghadirkan keadilan, menjaga persatuan, serta melindungi kepentingan masyarakat. Politik harus menjadi sarana menghadirkan kemaslahatan, bukan sekadar perebutan Kekuasaan. Semangat Musyawarah, Keadilan, Kejujuran, dan Penghormatan terhadap perbedaan menjadi Prinsip penting dalam Kehidupan Berbangsa.
Dari Aspek Keteladanan Pemimpin, Rasulullah adalah contoh Pemimpin yang memiliki Integritas, rendah hati, berani, adil, dan dekat dengan rakyat. Beliau tidak hanya memerintah dengan kata-kata, tetapi memberikan contoh melalui tindakan. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu mendengar, melayani, dan hadir Ketika Masyarakat Membutuhkan.
Sebagai generasi muda dan generasi Pelanjut estafet pembangunan, kita memiliki tanggung jawab untuk menerjemahkan nilai-nilai profetik tersebut dalam kehidupan nyata. Maulid Nabi hendaknya menjadi momentum untuk melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, memiliki kepedulian sosial, serta siap mengambil peran dalam kehidupan politik dan kebangsaan dengan menjunjung tinggi Integritas dan Kemaslahatan.





