Canangkan GEMOIH, Andi Utta : Lawan Budaya Kuttu (malas)

oleh -9 membaca
oleh

Bulukumba, Chaneltimur.com – Tim Penggerak PKK Kabupaten Bulukumba melakukan pencanangan Gerakan Menanam Lombok Nikmati Hasilnya (GEMOIH) secara serentak di seluruh desa kelurahan se Kabupaten Bulukumba, Senin 20 Mei 2024.

Pencanangan GEMOIH dipusatkan di jalan Cumi-Cumi Kelurahan Ela Ela Kecamatan Ujungbulu dan diikuti secara virtual oleh seluruh Pemerintah Desa Kelurahan dan Tim Penggerak PKK tingkat Desa Kelurahan. Penanaman lombok dilakukan oleh Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf diikuti oleh beberapa pejabat lainnya.

GEMOIH ini merupakan bagian dari peran TP PKK Bulukumba membantu pemerintah dalam mencegah inflasi. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan membuat kebun bersama di lahan lahan kosong yang tidak produktif.

Kegiatan yang bertemakan bergerak bersama PKK untuk mewujudkan ketahanan pangan keluarga, merupakan upaya pencegahan inflasi dan menjaga ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga pangan khususnya komoditas lombok dan sayuran di lingkungan keluarga.

Ketua TP-PKK Bulukumba, Andi Herfida Muchtar mengatakan, PKK selalu berpikir apa yang harus dilakukan untuk membantu program nasional khususnya Pemda Bulukumba. Dalam 10 program PKK salah satunya adalah memanfaatkan lahan kosong, ini yang dilakukan.

“Acara ini bukan ceremoni belaka, contohnya kemarin program Pedas, hasilnya baik dan memuaskan, dan ini kita lakukan Gemoih untuk membantu masyarakat dan pemerintah, saya menyampaikan kepada seluruh kader wajib menanam lombok di pekarangannya. Kebutuhan sehari-hari harus ada di pekarangan,” katanya,

Herfida Muchtar berharap GEMOIH ini akan bermanfaat untuk masyarakat Bulukumba, dan bermanfaat untuk ekonomi masyarakat.

“Seluruh masyarakat bukan hanya PKK melainkan juga masyarakat menanam di pekarangan, menanam tidak mesti memiliki lahan yang luas. Kami sampaikan bahwa kegiatan ini juga butuh dukungan dari Pemda, dan semua OPD diharapkan juga melakukan,” jelasnya.

Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh PKK.

“Lombok (cabe) menjadi salah satu pemicu inflasi, perlu kami sampaikan bahwa sejak dua tahun terakhir inflasi Bulukumba masih yang terbaik,” tambahnya.

Kegiatan ini juga sebagai upaya memotivasi masyarakat untuk terus berkreasi memanfaatkan lahan yang ada.

“Memotivasi masyarakat untuk tidak berdiam diri, mengelola lahan yang ada supaya lebih produktif agar menghasilkan nilai ekonomi dengan menanam, baik itu lombok maupun sayuran. Saya juga akan memberikan reward kepada desa atau kelurahan yang terus berinovasi memanfaatkan lahan kosong,” ungkapnya.

Dikatakan gerakan tanam lombok ini juga sebagai upaya melawan budaya kuttu (malas) masyarakat.

“Karena kuttu dan gengsi, lahan lahan kosong dibiarkan terbengkalai, padahal lahan tersebut bisa lebih produktif jika ditanami,” katanya menambahkan.

Olehnya itu ia meminta kepada pemerintah desa kelurahan untuk melakukan pendekatan kepada pemilik lahan kosong untuk dimanfaatkan warga sekitar untuk ditanami dengan memberikan jaminan bahwa tidak akan ada penguasaan aset di kemudian hari terhadap lahan tersebut.

Penanaman ini juga, tambahnya memberikan peluang terwujudnya kawasan terbuka hijau. Andi Utta sapaan akrab bupati meminta OPD terkait seperti penyuluh pertanian untuk melakukan pendampingan pada program GEMOIH ini. Bagaimana cara menanam dan memelihara sehingga tanamannya lebih terawat dan menghasilkan panen yang berkualitas.

Sementara itu Sekretaris TP- PKK Bulukumba, Hj Hamrina Andi Muri, menambahkan bahwa pada pelaksanaan kegiatan ini, TP-PKK Desa Kelurahan diminta untuk mengambil video penanaman sebagai bahan untuk diperlombakan.

“Kami minta seluruh desa dan kelurahan merekam (mendokumentasikan) video mulai dari penanaman, pemeliharaan hingga parnen. Video nantinya akan diperlombakan di tingkat kecamatan masing-masing,” bebernya.

Setelah penanaman lombok, Bupati Andi Utta didampingi Ketua TP PKK Andi Herfida Muchtar menyapa desa kelurahan secara virtual yang juga melakukan penanaman lombok di wilayahnya masing-masing.(Hj.Hasmi)