LUWU TIMUR, Chaneltimur.com – Upaya menemukan kasus tuberkulosis (TBC) secara lebih dini terus diperkuat melalui Gerakan Serentak Tracing TBC Terintegrasi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Di Kecamatan Tomoni Timur, kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di empat desa pada 18–21 Agustus 2026.
Pelaksanaan dimulai di Desa Margomulyo pada Selasa, 18 Agustus 2026, bertempat di Aula Kantor Desa Margomulyo. Selanjutnya, kegiatan dijadwalkan berlangsung di Desa Purwosari pada 19 Agustus, Desa Cendana Hitam Timur pada 20 Agustus, dan Desa Pattengko pada 21 Agustus 2026.
Kegiatan mengusung tema “Tracing Kontak Erat adalah Langkah Penting untuk Memutus Mata Rantai Penularan TBC.” Gerakan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat penemuan kasus TBC sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur, Alimuddin Bahtiar, S.Sos., MM, hadir dalam pelaksanaan kegiatan di Desa Margomulyo bersama jajaran Dinas Kesehatan, bersama camat Tomoni Timur Yulius,S,S.Sos,M.A.P, dan Kepala Desa Margomulyo Suwanto
Gerakan serentak Tracing TBC ini menargetkan pemeriksaan sekitar 6.600 orang di Kabupaten Luwu Timur. Khusus Kecamatan Tomoni Timur ditargetkan sebanyak 400 orang di empat desa, saat ini cakupan pemeriksaan di Margomulyo telah mencapai lebih dari 50 persen dari target.
Selain tracing TBC, masyarakat mendapatkan layanan Cek Kesehatan Gratis yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, tinggi badan, dan berat badan.
Warga yang mengikuti pemeriksaan didominasi kelompok usia lanjut. Namun, sejumlah warga berusia di bawah 50 tahun juga turut memanfaatkan layanan tersebut.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan berbagai unsur kesehatan dan pemerintahan. Dari Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur terdapat 11 orang yang terdiri atas Kabid P2P bersama unsur tiga seksi dan staf, termasuk tiga petugas Seksi Surveilans dan Imunisasi serta dua petugas Seksi Penyakit Tidak Menular (PTM).
Dukungan juga diberikan RSUD I Lagaligo melalui empat petugas bagian radiologi. Sementara dari Puskesmas Tomoni Timur terlibat Kepala Puskesmas, dokter, pengelola program TBC paru, pengelola PTM, petugas laboratorium, staf, serta kader TBC.
Pemerintah Desa Margomulyo turut mendukung pelaksanaan kegiatan. Kepala Desa Margomulyo, Suwanto, bersama aparat desa ikut membantu pelaksanaan dan mendorong masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan.
Camat Tomoni Timur, Yulianus, S.Sos., M.A.P, menyambut baik pelaksanaan Gerakan Serentak Tracing TBC Terintegrasi dan Cek Kesehatan Gratis tersebut.
Menurut dia, pemeriksaan kesehatan gratis bukan sekadar layanan pemeriksaan, tetapi menjadi momentum untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan dan melakukan deteksi dini.
“Pemeriksaan kesehatan gratis ini merupakan upaya pencegahan untuk memeriksakan kesehatan sejak dini sehingga kita bisa mengetahui dari awal kondisi kesehatan tubuh. Jadi, jangan ada yang takut memeriksakan kesehatan karena ini sangat baik untuk pencegahan,” kata camat
Ia juga mengingatkan masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia, agar memperhatikan pola hidup, pola makan, dan waktu istirahat.
“Jangan sembarangan makan, terutama makanan yang bisa memicu hipertensi dan kolesterol serta penyakit tidak menular lainnya,” ujarnya.
Khusus terkait TBC, camat Tomoni Timur mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala maupun riwayat kontak erat dengan pasien TBC. Ia juga mengingatkan pentingnya menerapkan etika batuk dan menggunakan masker ketika sedang batuk.
Menurutnya, penggunaan masker ketika batuk merupakan langkah sederhana untuk mencegah droplet menyebar dan berpotensi menularkan penyakit kepada orang lain.
Pada kesempatan Tim dari Bidang P2P memberikan edukasi kepada Masyarakat untuk mengenali sejumlah gejala TBC, seperti batuk berdahak atau batuk darah, demam dan berkeringat pada malam hari, penurunan berat badan, tubuh lemas, serta nyeri dada.
Melalui gerakan TOSS TBC , Temukan TBC, Obati Sampai Sembuh, masyarakat didorong untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala atau memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TBC.
Gerakan tersebut sekaligus memperkuat semangat “Bersatu Menuju Indonesia Bebas TB 2050”, dengan menempatkan deteksi dini, pengobatan, pencegahan penularan, dan keterlibatan masyarakat sebagai bagian penting dalam pengendalian TBC. Rangkaian kegiatan di empat desa tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan sekaligus memperkuat penemuan kasus TBC secara aktif di tingkat komunitas. (Red)





