Luwu Timur,Chaneltimur.com – Menindak lanjuti kesepakatan demonstrasi warga asli Sorowako pada tanggal 11 Januari kemarin, pihak eksternal PT. Vale yang dihadiri pimpinan eksternal dan perwakilan massa aksi melakukan pertemuan diOtuno Room.
Jufri Tosalili, selaku penanggung jawab aksi sekaligus Ketua Forum Komunikasi Pemuda Asli Sorowako (FK-PAS) pada hari ini Sabtu 15/1/2022, kepada Chaneltimur.com mengungkapkan rasa kecewanya karena apa yang diharapkan berbanding terbalik dengan tidak adanya titik temu terkait tuntutan aksi untuk tenaga kerja.
Menurut Jufri, PT. Vale seolah tidak mengindahkan perjanjian kesepakatan dengan PT. Inco yang akan melanjutkan apa yang telah diberikan PT. Inco untuk masyarakat terdampak khususnya dalam hal penerimaan tenaga kerja yang statusnya skala prioritas dengan mengacu 40 persen dari jumlah tenaga kerja yang diterima.
“Vale seolah tidak mau tau perjanjian tata fatwa guna tanah kontrak karya dengan masyarakat terdampak, yakni masyarakat asli sorowako. Untuk itu, kami selaku warga asli Sorowako akan berkonsolidasi dengan forum-forum yang ada diLuwu Timur guna melakukan aksi besar-besaran jika PT. Vale tetap tidak menyepakati perjanjian tersebut” tegas Jufri Tosalili.
Sementara itu, Fahrzal selaku Ketua Karang Taruna Desa Nikkel menyayangkan sikap dari managemen PT. Vale dan dengan tegas memberikan dukungan kepada ketua FK-PAS, dalam hal ini Jufri Tosalili untuk segera mengambil langkah-langkah yang terbaik untuk memperjuangkan hak masyarakat terdampak tambang PT. Vale. (Tim)





