Palu,Chaneltimur.com – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota palu akan menggelar Konferenci Cabang (Konfercab) ke-16 pada 26 Oktober 2021 mendatang. Agenda pemilihan ketua organisasi ekternal kampus ini bakal diikuti oleh kader-kader PMII Kota Palu dari sejumlah kampus yang ada di palu.
(Sekretaris ketua 1 bidang kaderisasi) sahabat Fajrul Alif mengatakan bahwa regenerasi kepemimpinan harus dilaksanakan. Terlebih Konfercab merupakan bagian dari proses wajib yang harus dilakukan pengurus di level daerah.
Sahabat Fajrul Alif yang biasa di sapa Al juga menjelaskan, dalam pesta demokrasi di PMII tingkat daerah tersebut diharapkan bisa menghasilkan pemimpin yang dapat menjadi panutan bagi kader, maupun anggotanya.
Selain itu, melihat dari tujuan organisasi, warga PMII tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam bidang akademik saja, akan tetapi tanggung jawab sosial beragama dan berbangsa yang implementasinya kader memahami hubungannya dengan sang pencipta dan juga bisa bersinergi dengan masyarakat, serta menjadi mitra kritis pemerintahan.
“Tentu saja mahasiswa punya peran tersendiri dalam pembangunan moral dan akhlaq di daerah, termasuk PMII juga punya andil. Maka dari Konfercab ini, nantinya diharapkan PMII di Palu semakin berkembang, maju serta mampu menjawab tantangan zaman,” tandas Al.
Menurut Al, selain pemilihan Ketua PMII, dalam agenda tersebut juga akan dilakukan pemilihan Ketua Korps PMII Puteri (Kopri) sebagai organisasi keperempuanan dari PMII.
Melalui kegiatan yang digelar tiap tahun itu, dirinya berharap kader PMII yang sudah siap bisa melanjutkan estafet kepemimpinannya. Al juga menegaskan, memang bukan hal yang mudah dalam menjalankan amanat organisasi. Namun, bila dilaksanakan dengan baik, ikhlas, sabar serta bersama-sama, niscaya semuanya akan bisa dilaksanakan dengan mudah.
Lanjut Al, adapun untuk tantangan PMII ke depan adalah mengembangkan bakat semua kader yang ada untuk diproyeksikan ke dalam hal-hal yang produktif. Artinya, pasca selesai mengikuti proses PMII, para alumni PMII akan langsung terjun di tengah-tengah masyarakat yang mana sangat kompleks. Dari itulah, PMII dalam proses kaderisasi perlu pengembangan yang matang agar ketika sudah siap terjun tidak gamang lagi.
“Sebenarnya ini bukan hanya di PMII saja, tetapi di semua organisasi mahasiswa atau yang lainnya pun sama. Karena itu, menurut kami pengembangan bakat serta memberikan wadah bagi agama dan bangsa sangat tepat untuk ke depannya. Harapannya, kader memiliki jiwa religius yang mandiri dan disiplin, serta siap menghadapi berbagai tantangan zaman,” pungkas Al.
Report Firman