Sosialisasi Pemamfaatan Zakat, Infaq, dan Sedekah di Rangkaikan Dengan Khitanam Massal Modern Metode Kekinian

oleh -43 membaca
oleh

Bulukumba, Chaneltimur.com – Kegiatan sosialisasi bertempat di Masjid Namira BTN, Graha Fuad Arafah, Kel. Bintarore, Kec. Ujung Bulu, Kab.Bulukumba, kamis 20/07/2022, Pukul 09.50 Wita,

Giat Sosialisasi Pemamfaatan Zakat, Infaq dan Sedekah Dirangkaikan Dengan Khitanam Massal Modern Dengan Metode Kekinian dengan tema “Peduli Generasi bangsa Demi Tercapainya Peningkatan Kualitas dan Layanan Kesehatan Masyarakat yang Sejahterah”, yang dihadiri sekitar 150 Orang dan tamu undangan,

Kegiatan sosialisasi sehubungan di hadiri, H. Andi Edy Manaf S.Sos (Wabup Bulukumba), Letkol Czi Dendi Rahmat Subekti S.Ip (Dandim 1411/Blk), Muhammad Ali Saleng, SH, MH (Sekda Bulukumba), H. Safiuddin (Wakil ketua Komisi D, DPRD Bulukumba),  Kamaruddin S.Pd, S.Pdi,,MM (Ketua Baznas Bulukumba) beserta jajaran komisioner BAznas Bulukumba, Kompol Tawil (Kapolsek Gantarang), Kapten Kav Andi Mapparanru (Danramil 1411-04/Ujung Bulu), Andi Ashadi SE.MM (Camat Ujung Bulu), Para Pimpinan BUMN/BUMD Kab. Bulukumba, Romy Sulkarnain (Lurah bintarore), Serta peserta khitanan massal dan warga/masyarakat Kel. Bintarore.

Pembukaan kegiatan sosialisasi diawali dengan Pembacaan Ayat Suci Alquran, kemudian Sambutan Ketua Basnaz Bulukumba (Kamaruddin S.Pd, S.Pd.I,MM) menyampaikan bahwa.

Kegiatan khitanan massal ini merupakan kolaborasi antara Baznas Kab.Bulukumba bersama pemerintah daerah serta donatur lainnya, dalam sambutan Ketua Basnaz Bulukumba menyampaikan Bahwa sampai pada bulan Juli 2022 tercatat sebanyak Kurang lebih 3 miliar zakat infaq yang terkumpul dengan sistem payrol pada upz baznas Kabupaten Bulukumba.

Untuk pemanfaatan dana infaq zakat, kita akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah melalui dewan pengawas baznas Kabupaten Bulukumba.

Dana tersebut akan kita manfaatkan pada lima bidang yaitu bidang kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi mustahib, advokasi dan keagamaan (dakwa dan advokasi).

Bahwa seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan oleh baznas harus disetujui oleh pemerintah daerah dan baznas provinsi serta baznas pusat Republik Indonesia.

Pada kesempatan ini dilakukan Penyerahan piagam basnas kepada Forum Komunikasi Khitam Modern Bulukumba.

Dalam Sambutan Wabup Bulukumba (H. Andi Edy Manaf S.Sos) sekaligus membuka acara sunatan massal, juga menyampaikan “Marilah kita memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang senantiasa melimpahkan rakhmat dan sekalian, karunia,nya kepada kita sehingga pada pagi hari ini, kita diberi kesehatan dan kesempatan untuk menghadiri acara Sosialisasi Pemanfaatan Zakat, Infak dan Sedekah dirangkaikan Khitanan Massal Moderen.

Atas nama pemerintah kabupaten Bulukumba, kami menyampaikan rasa terima kasih kepada BAZNAS Kab. Bulukumba serta semua pihak yang telah berupaya menyelenggarakan kegiatan yang merupakan bakti sosial berupa Khitanan Massal ini, dalam rangka Peduli generasi Bangsa demi tercapainya Peningkatan Kualitas Dan layanan Kesehatan masyarakat yang sejahterah.

Kegiatan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan membantu masyarakat yang anaknya belum disunat guna mengikuti kewajiban atau syariat agama bagi seorang laki-laki Muslim serta mendukung program pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Oleh karena tujuan dari Khitanan bagi laki-laki untuk mencegah timbulnya dan menularnya penyakit dari alat kelaminnya.

Bahwa acara khitanan massal secara gratis pada hari ini, pada dasarnya adalah implementasi pengabdian dan pelayanan pemerintah kepada masyarakat untuk meringankan beban masyarakat.

Dari semua tujuan pelaksanaan Khitanan Massal ini, tentu yang paling penting dan utama adalah kepedulian kepada sesama manusia, tanpa memandang status sosial, suku dan ras.

Tentunya kita sangat bersyukur dan memberikan apresiasi dalam pelaksanaan baik kegiatan ini menawarkan dan menggugah kepedulian yang sosial kita dalam memberikan layanan medis secara gratis kepada masyarakat, khususnya pelayanan khitanan bagi warga sekitar, khususnya warga kita dari kalangan kurang mampu. (Tajuddin)