LUWU TIMUR, Chaneltimur.com – Realisasi tanam harian di Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada 29 Januari 2026 mencapai 65 hektare. Capaian ini berasal dari kontribusi enam desa, dengan Desa Kertoraharjo dan Margomulyo menjadi penyumbang terbesar.
Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tomoni Timur, Bernalia Manapa, MP , mengatakan bahwa realisasi tanam tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan musim tanam sekaligus mendukung program ketahanan pangan daerah.
“Pada hari ini, total tanam baru mencapai 65 hektare. Kontribusi terbesar berasal dari Desa Kertoraharjo sebesar 25 hektare dan Desa Margomulyo 20 hektare. Sementara Desa Purwosari dan Pattengko menyumbang total 12 hektare,” kata Bernalia, Kamis (29/1/2026).
Dengan capaian tersebut, akumulasi luas tanam di wilayah Tomoni Timur hingga saat ini telah mencapai 503 hektare. Sementara itu, total pengolahan lahan yang sedang dan telah dikerjakan petani tercatat 1.771 hektare, menandakan kesiapan lahan yang cukup besar untuk mendukung tanam berkelanjutan.
Bernalia menjelaskan, progres ini menunjukkan tingginya semangat petani dalam mengoptimalkan lahan pertanian, terutama di tengah upaya peningkatan produksi pangan.
“Angka pengolahan tanah yang mencapai 1.771 hektare menandakan bahwa petani kita sangat siap. Ini menjadi modal penting untuk mengejar target tanam berikutnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendampingan intensif terus dilakukan oleh penyuluh pertanian lapangan, baik dalam hal pengolahan lahan, penggunaan benih unggul, pemupukan, hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman.
“Kami dari BPP Tomoni Timur akan terus mendampingi petani agar proses tanam berjalan optimal dan hasil panen ke depan semakin meningkat,” kata Bernalia.
Pemerintah Kecamatan Tomoni Timur bersama BPP berharap, peningkatan realisasi tanam ini dapat memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah tersebut. (Red)





