Penerima BLT DD Cendana Hitam Timur 2026 Sisa 10 Orang, Camat : Konsekuensi dari Pengurangan DD

oleh -11 membaca
oleh

LUWU TIMUR, Chaneltimur.com Berkurangnya alokasi Dana Desa tahun 2026 berdampak langsung terhadap jumlah penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di Desa Cendana Hitam Timur, Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur.

Jika pada tahun sebelumnya Dana Desa yang diterima mencapai Rp 679.000.000, pada tahun 2026 ini jumlah tersebut menurun drastis menjadi Rp 243.716.000. Dari pagu tersebut, alokasi BLT DD hanya sebesar Rp 36.557.000, sehingga jumlah penerima manfaat pun berkurang signifikan, dari sebelumnya 28 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kini tersisa hanya 10 KPM.

Penetapan penerima BLT DD tahun 2026 ini dilakukan melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang digelar pada Senin (26/01/2026) di Kantor Desa Cendana Hitam Timur. Kegiatan tersebut dihadiri Camat Tomoni Timur Yulius, Pj Kepala Desa Duma, Sekretaris Desa, Ketua BPD Dorce Kalimbuang, para Kepala Dusun, Ketua RT, Pendamping Desa, Pendamping PKH, serta unsur tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Camat Tomoni Timur Yulius menegaskan pentingnya Musdesus sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat desa, khususnya dalam menetapkan penerima BLT DD sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Musyawarah desa khusus ini wajib dilakukan karena penetapan penerima BLT DD harus melalui forum resmi yang dihadiri seluruh unsur terkait. Apalagi terjadi pengurangan jumlah penerima dari 28 menjadi 10 KK, ini harus diputuskan secara bersama-sama,” tegas Yulius.

Ia menjelaskan, pengurangan jumlah penerima BLT DD tidak terlepas dari menurunnya Dana Desa yang bersumber dari pemerintah pusat, yang juga dialami oleh seluruh desa di Kabupaten Luwu Timur. Alokasi BLT DD sendiri dibatasi maksimal 15 persen dari total pagu Dana Desa, sesuai regulasi prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2025.

Lebih lanjut, Yulius meminta agar penetapan penerima dilakukan secara objektif dengan melibatkan kepala dusun dan ketua RT, karena mereka yang paling memahami kondisi warganya di lapangan.
“Musyawarah ini penting dengan melibatkan seluruh komponen, terutama kepala dusun dan ketua RT, karena yang paling tahu kondisi dan kelayakan warga adalah kalian. Saya minta penentuan ini betul-betul objektif sesuai kondisi lapangan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan agar setelah penetapan dilakukan, seluruh pihak dapat memberikan penjelasan yang sama kepada masyarakat jika terdapat pertanyaan, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Hal yang sama juga ditegaskan Pj Kades Cendana Hitam Timur, Duma, yang meminta kepada seluruh aparat desa agar bisa memberikan penjelasan jika ada yang bertanya kenapa namanya dikeluarkan dari daftar penerima BLT tahun 2026 ” Jawabannya singkat karena Dana Desa Cendana Hitam Timur dari pusat juga berkurang sehingga penerima BLT DD juga harus dikurangi ” kunci Duma (Red)