LUWU TIMUR, Chaneltimur.com – Sebanyak 70 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) Kecamatan Tomoni Timur dikukuhkan dalam sebuah upacara yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kecamatan Tomoni Timur, Sabtu malam, 15 Agustus 2026.
Pengukuhan tersebut menjadi penanda kesiapan para anggota Paskibra menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Tomoni Timur, Senin, 17 Agustus 2026. Mereka akan bertugas di Lapangan Batar Guru, Desa Kertoraharjo, Tomoni Timur.
Pengukuhan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tomoni Timur, para kepala desa, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), kepala sekolah, pejabat struktural Kecamatan Tomoni Timur, pelatih Paskibra, serta para orang tua anggota Paskibra.
Camat Tomoni Timur Yulius dalam sambutannya meminta seluruh anggota Paskibra menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Ia menyebut 70 anggota yang terpilih merupakan putra-putri terbaik Kecamatan Tomoni Timur.
“Kalian adalah putra-putri terbaik Kecamatan Tomoni Timur yang terpilih dan dianggap layak mengemban amanah dan tugas negara untuk mengibarkan Sang Merah Putih pada upacara nanti. Karena itu, lakukan dengan penuh tanggung jawab dan berikan yang terbaik. Kesuksesan upacara HUT Proklamasi ada di tangan kalian,” kata Yulius.
Menurut dia, tugas sebagai pengibar bendera bukan pekerjaan individual. Setiap anggota memiliki peran yang saling berkaitan. Karena itu, keberhasilan maupun kesalahan harus dipandang sebagai tanggung jawab bersama.
“Pengibaran bendera adalah kerja sama kolektif, bukan kerja individu. Kalau sukses, maka kesuksesan itu menjadi kesuksesan bersama, baik Paskibra maupun pelatih. Sebaliknya, kesalahan satu orang menjadi kesalahan bersama,” ujarnya.
Mantan Sekdis Kominfo ini juga mengingatkan para anggota Paskibra menjaga kondisi fisik dan konsentrasi menjelang pelaksanaan upacara. Ia meminta mereka tidak begadang, mengurangi penggunaan media sosial, serta berhati-hati ketika berkendara.
Pesan itu disampaikan karena seluruh anggota harus berada dalam kondisi prima saat menjalankan tugas. Menurut camat, ketidakhadiran satu anggota saja dapat memengaruhi formasi pasukan.
“Jangan begadang. Kurangi bermain media sosial agar konsentrasi tidak terganggu. Kalau membawa kendaraan roda dua, berhati-hati. Kalau ada satu orang yang berhalangan, barisan bisa pincang,” katanya.
Di hadapan para orang tua, Camat Tomoni Timur menyampaikan apresiasi atas dukungan yang telah diberikan. Menurut dia, menjadi bagian dari Paskibra merupakan pengalaman sekaligus kebanggaan tersendiri bagi seorang anak dan keluarganya.
“Ini tentunya merupakan satu kebanggaan tersendiri bagi orang tua, bisa melihat anaknya berbaris dengan gagah menjadi pasukan pengibar bendera pada upacara HUT Kemerdekaan nanti. Mari kita dukung terus anak-anak kita untuk menjadi yang terbaik bagi masa depan mereka,” ujar Yulius.
Apresiasi juga diberikan kepada para pelatih Paskibra dari unsur TNI dan Polri. Mereka dinilai telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membentuk para anggota Paskibra selama masa latihan.
“Terima kasih kepada para pelatih dari TNI dan Polri yang telah memberikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk melatih anak-anak Paskibra. Dari yang sebelumnya tidak bisa menjadi bisa,” kataCamat
Pada kesempatan tersebut, Camat Tomoni Timur juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang pada 2026 menanggung kebutuhan pakaian seragam Paskibra.
Menurutnya, dukungan tersebut bukan sekadar bantuan perlengkapan, tetapi juga menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap generasi muda yang diberi amanah dalam momentum peringatan kemerdekaan.
“Bantuan ini tentu menjadi penyemangat bagi seluruh Paskibra untuk melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Pengukuhan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. Para anggota Paskibra berfoto bersama pimpinan unit kerja, unsur Forkopimcam, pelatih, serta orang tua masing-masing. (Red)





