KETUA UMUM SEGEMA NILAI RESPONS KADISPAR SULTRA TERHADAP KRITIK RIDWAN BAE PICU KEGADUHAN

oleh -39 membaca
oleh

KENDARI, Chaneltimur.com – Ketua Umum Serikat Gerakan Mahasiswa (SEGEMA), Egar Afriman, menilai respons Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Sulawesi Tenggara terhadap kritik yang disampaikan Ridwan Bae berpotensi memicu kegaduhan di ruang publik.

Menurut Egar Afriman, kritik yang disampaikan oleh tokoh publik terhadap kinerja maupun kebijakan pemerintah seharusnya dipandang sebagai bagian dari dinamika demokrasi dan mekanisme kontrol sosial. Oleh karena itu, setiap respons pejabat publik perlu disampaikan secara bijaksana, proporsional, dan mengedepankan substansi persoalan.

“Pejabat publik harus memahami bahwa kritik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi. Kritik seharusnya dijawab dengan argumentasi, data, dan penjelasan yang substantif, bukan dengan respons yang justru berpotensi memperkeruh suasana,” tegas Egar Afriman.

Ia menambahkan, jabatan publik melekat dengan tanggung jawab untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjaga komunikasi yang sehat di tengah kehidupan demokrasi. Setiap pernyataan yang disampaikan pejabat pemerintah, menurutnya, perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap kepercayaan masyarakat dan stabilitas komunikasi publik.

Egar juga menegaskan bahwa perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk membangun polemik berkepanjangan. Sebaliknya, perbedaan tersebut harus dijadikan ruang evaluasi untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan, khususnya dalam sektor pariwisata di Sulawesi Tenggara.

“Jangan sampai substansi kritik justru tenggelam akibat polemik yang berkembang. Yang dibutuhkan masyarakat adalah penjelasan yang terbuka, sikap yang dewasa, serta langkah nyata untuk menjawab persoalan yang diperdebatkan,” lanjutnya.

Atas persoalan tersebut, SEGEMA mendorong Kadispar Sultra untuk memberikan penjelasan secara terbuka dan proporsional mengenai persoalan yang menjadi pokok kritik Ridwan Bae. SEGEMA juga mengingatkan seluruh pejabat publik agar menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi, bukan semata-mata sebagai bentuk serangan terhadap institusi maupun pribadi.

Menurut Egar, demokrasi yang sehat membutuhkan keberanian untuk menyampaikan kritik sekaligus kedewasaan dalam menerima dan menanggapinya. Dengan demikian, ruang publik dapat menjadi tempat pertukaran gagasan yang konstruktif, bukan arena pertentangan yang mengaburkan persoalan utama.

Serikat Gerakan Mahasiswa (SEGEMA) menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan fungsi kontrol sosial secara kritis, independen, dan bertanggung jawab demi terwujudnya pemerintahan yang transparan, terbuka terhadap kritik, serta berpihak pada kepentingan masyarakat.

Narasumber: Egar Afriman
Jabatan: Ketua Umum Serikat Gerakan Mahasiswa (SEGEMA)