Jeneponto, Chaneltimur.com – Kunjungan ketua sepernas Jeneponto Nasir tinggi bersama beberapa anggota sepernas tujuan untuk mengklarifikasi apa yang terjadi di sekolah SDN no 7 pa’rasangeng beru Kecamatan Bonto Ramba, Kab Jeneponto pada tanggal 5 januari 2026 tepatnya di ruangan guru SD Neg 7 parasangeng beru, Sabtu 10 januari 2026.
Kedatangan ketua sepernas jeneponto Nasir tinggi di sambut baik dengan tenaga PNS dan Tenaga honorer beserta pengawas (Pegas) Sekolah Dasar Kecamatan bonto ramba Anwar S. Pd, Namun kedatangan ketua sepernas tidak sempat ketemu dengan Kepala Upt SD Neg no 7 pa’rasangeng beru bonto ramba, Hajara T.S.Pd.MM dengan kabar berduka, Orang tua kepala Upt, ( meninggal )
Anwar S. Pd Sebagai pengawas SD kecamatan Bontoramba membenarkan bahwa memang di sekolah SD 7 parasangeng beru ada yang terjadi perselisihan antara kepala Upt dengan tenaga honorer namun tanggapan Anwar sebagai pengawas SD itu hanya persolan mis komunikasi dan itu masih bisa kita cari solusinya.
Kedatangan Ketua Sepernas jeneponto di sekolah tidak sempat konfirmasi / mengambil keterangan kepala Upt Hajarah. T. S.Pd .MM berhubung karena kepala Upt tidak ada di tempat ( lagi berduka )
Menurut keterangan si korban SRI KURNIA RAHAYU, S.Pd bahwa dia merasa di rugikan dengan kelakuan kepala Upt SD Neg 7 parasangeng beru bonto ramba dengan terjadinya sabotase atau pergantian wali kelas dengan orang yang tidak pernah aktif disekolah, Dan saya ini mulai pegang wali kelas dari tahun 2021 sampai sekarang tahun 2026 setelah ada pengumuman paruh waktu saya langsung dapat kabar kalau saya sudah tidak jadi wali kelas lagi dan di gantikan dengan keluarga kepala Upt yang tidak pernah aktif di sekolah An. SRI WAHYU NENGSI .S.Pd. Gr
Ketua sepernas Jeneponto meminta kepada Plt Dinas pendidikan jeneponto Basri S. Pd. MM agar mengevaluasi kepala Upt SD 7 parasangeng beru bonto ramba yang arogan kepada guru bantunya, tutupnya”
Mansur Lau





