Kapolsek Tomoni Timur : Tak Ada Ruang bagi Balapan Liar, Pelaku Akan Ditindak Tegas

oleh -13 membaca
oleh

Luwu Timur, Chaneltimur.com Kapolsek Tomoni Timur, Ipda Jefir Alang Ramba, menegaskan tidak ada toleransi terhadap praktik balapan liar di wilayah hukumnya. Penegasan tersebut disampaikan sebagai respons atas meningkatnya keluhan masyarakat terkait aktivitas balap liar yang dinilai meresahkan.

Pernyataan itu disampaikan dalam rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkpimcam) Tomoni Timur yang berlangsung di Aula Kantor Camat Tomoni Timur, Rabu (8/4/2026). Rapat tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah kecamatan, kepala unit kerja, kepala sekolah, kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta unsur terkait lainnya.

Menurut Jefir, balapan liar yang melibatkan anak-anak usia sekolah menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Aktivitas tersebut dilaporkan kerap terjadi di wilayah perbatasan Desa Purwosari, Kecamatan Tomoni Timur, dengan Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tomoni.

Ia menilai, selain membahayakan keselamatan pelaku, balapan liar juga mengganggu ketertiban umum dan kenyamanan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, pihak kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi praktik tersebut untuk terus berlangsung.
“Tidak ada toleransi bagi pelaku balapan liar maupun penggunaan knalpot brong di wilayah hukum Polsek Tomoni Timur. Jika ditemukan, kami akan menindak tegas,” ujar Jefir.

Ia menambahkan, pihaknya tidak segan untuk turun langsung ke lapangan guna melakukan penertiban. Kendaraan yang digunakan dalam aksi balapan liar akan diamankan di kantor kepolisian sebagai bentuk sanksi atas pelanggaran yang dilakukan.
Untuk mengantisipasi maraknya balapan liar di wilayah perbatasan, Polsek Tomoni Timur juga akan memperkuat koordinasi dengan Polsek Mangkutana. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan intensitas patroli bersama di titik-titik yang rawan dijadikan arena balap liar.

Selain itu, Jefir juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap maraknya penipuan daring. Ia menyebutkan, sejumlah warga di wilayah Tomoni Timur telah menjadi korban, sehingga diperlukan kehati-hatian dalam bertransaksi maupun menerima informasi melalui media sosial. (Red)