Luwu Timur, Chaneltimur.com – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Raharja Tani Desa Kertoraharjo, Kecamatan Tomoni Timur, menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada 13 Januari 2026 di Aula Kantor Desa Kertoraharjo. Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi kinerja keuangan sekaligus konsolidasi kesiapan menghadapi musim tanam tahun 2026.
RAT tersebut dihadiri oleh Camat Tomoni Timur Yulius, Kepala Desa Kertoraharjo I Made Suarta, Bhabinkamtibmas, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Kertoraharjo, pengurus Gapoktan, pengurus Unit Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA), serta pengurus dari 15 kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Raharja Tani.
Dalam RAT tersebut, laporan keuangan Gapoktan dan UPJA dibacakan oleh Ketua Gapoktan I Komang Urip, didampingi jajaran pengurus lainnya. Laporan menunjukkan kinerja keuangan yang positif dan pengelolaan yang tertib sepanjang 2024 hingga pertengahan 2025.
Berdasarkan laporan keuangan, total pengeluaran Gapoktan tercatat sebesar Rp 1.550.000, yang digunakan untuk kegiatan operasional seperti gropyokan tikus, administrasi laporan, fotokopi dokumen, dana ritual, serta validasi ERDKK. Dari SHU kotor sebesar Rp 23.889.000, Gapoktan masih mencatat saldo Rp 22.339.000 setelah dikurangi pengeluaran.
Sebanyak 50 persen SHU, senilai Rp 11.169.500, dialokasikan untuk penguatan modal Gapoktan, sementara 50 persen lainnya dibagikan sebagai SHU kepada pengurus dan untuk cadangan operasional. Dengan tambahan tersebut, saldo akhir Gapoktan kini mencapai Rp 223.750.454, yang bersumber dari dana pokok, kas bank dan tunai, serta penguatan modal SHU.
Sementara itu, laporan UPJA Raharja Tani menunjukkan saldo kas akhir tahun 2024 sebesar Rp 134.261.800. Pada periode panen Mei–Juni 2025, UPJA memperoleh pendapatan dari panen 738 karung gabah senilai Rp 28.044.000, yang diikuti dengan pengeluaran operasional untuk upah buruh, bahan bakar, serta perawatan dan operasional mesin combine harvester. Hingga Juni 2025, saldo dana UPJA tercatat sebesar Rp 126.029.800.
Dalam sambutannya, Camat Tomoni Timur Yulius mengapresiasi pencapaian Gapoktan Raharja Tani, khususnya dalam hal transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan. Menurutnya, pencatatan keuangan yang rapi merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan kelembagaan tani.
Namun demikian, Camat menekankan bahwa RAT tidak semata-mata tentang menghitung angka keuangan. Ia mengingatkan bahwa forum RAT harus menjadi ruang bersama untuk membahas berbagai permasalahan dan kendala yang dihadapi petani di lapangan, mulai dari persoalan sarana produksi, tenaga kerja, hingga tantangan iklim dan hama.
“Yang paling penting adalah bagaimana Gapoktan dan kelompok tani siap menghadapi musim tanam berikutnya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa perencanaan tiga kali musim tanam pada tahun 2026 membutuhkan koordinasi yang matang, kesiapan alat mesin pertanian, serta penguatan kelembagaan dan permodalan. (Red)





