Hadiri apel siaga GerNas Penanganan Dampak El Nino, ini tanggapan Wabup Suaib Mansur

oleh -15 membaca

SulSel, Chaneltimur.com – Apel Siaga Gerakan Nasional Penanganan Dampak El Nino Provinsi Sulawesi Selatan dan dipimpin langsung Gubernur Andi Sudirman Sulaiman beserta Kapolda Sulsel Irjen Pol Setyo Boedi Moempoeni Harso. Senin, 28/08/2023.

Dalam arahannya Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyatakan fenomena El Nino tahun ini akan berpengaruh terhadap sektor pertanian.

“El Nino tahun ini diperkirakan akan berdampak besar pada aliran air termasuk irigasi sawah. Kita harus waspada terharap fenomena ini karena El Nino mulai Juli lalu diprediksi akan terjadi hingga September mendatang. Persoalannya, tadi diatas tanaman kita waktu 3 bulan itu butuh pasokan air yang banyak. Termasuk ada wilayah kita yang sementara memasuki musim tanam. Olehnya itu, saya minta kepada kepala daerah agar mengantisipasi ini agar sektor pertanian di kabupaten/kota agar membekali sekolah lapang kepada petani bagaimana caranya menghadapi El Nino,” ucap Gubernur dihadapan para kepala daerah se-Sulawesi Selatan dan jajaran Pejabat Utama Polda Sulsel, Kapoltabes/Kapolres se-Sulawesi selatan.

Senada dengan Gubernur, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Setyo Boedi juga meminta kepada para pemegang kepentingan agar bekerjasama dalam penanganan El Nino.

Sementara itu, ditemui usai mengikuti apel Wakil Bupati Suaib Mansur menyampaikan bahwa penanganan dampak El Nino adalah bagian dari mitigasi bencana.

“Seperti yang telah disampaikan oleh Bapak Gubernur dan Bapak Kapolda bahwa ini membutuhkan Kerjasama semua pihak. Prediksi akan terjadi fenomena alam yang berpotensi menyebabkan bencana alam atau fenomena akan mempengaruhi produksi sumber pangan kita tentunya akan membutuhkan kerjasama semua pihak baik perangkat daerah terkait juga masyarakat dalam mencegah maupun dalam penanganannya,” kata SM

Lebih lanjut ia berpendapat bahwa penanganan dampak El Nino khususnya di Luwu Utara erat kaitannya dengan mitigasi bencana.

“Untuk Luwu Utara sendiri, wilayah kita masuk dalam wilayah muson atau zona non musim. Ketika Sebagian besar wilayah Indonesia misalnya masuk musim kemarau di Luwu Utara terkadang masih terjadi hujan. Untuk itu, dalam beberapa tahun ini pemerintah daerah telah menerapkan penanganan fenomena El Nino ataupun La Nina dengan mitigasi bencana dengan melakukan Langkah-langkah antisipatif melibatkan semua pihak terkait. Sehingga ketika terjadi bencana alam misalnya kerugian dapat ditekan dan juga dampaknya terhadap sektor pertanian kita misalnya bisa diminimalisir. Kita berharap setiap usaha yang sudah dan akan dilakukan akan berdampak positif dan baik,” pungkasnya. (Tim Media)