Luwu Utara, Chaneltimur.com – Situasi keamanan di wilayah perbatasan Desa Munte dan Desa Karondang, Kecamatan Tanalili, Kabupaten Luwu Utara, masih menjadi perhatian serius aparat kepolisian.
Pasca terjadinya bentrokan antar warga dua desa pada Sabtu, 5 September 2026 siang yang diduga dipicu oleh dendam, aparat gabungan terus memperketat pengamanan untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan.
Anggota Personel Polsek Bone-Bone/Tanalili bersama anggota Brimob hingga kini tetap berjaga 24 jam di titik-titik rawan perbatasan kedua desa tersebut.
Pengamanan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Bone-Bone, AKP Muhajir, S.Pd, Kehadiran orang nomor satu di Polsek Bone-Bone ini untuk memastikan personel di lapangan tetap siaga dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Benar, kami masih terus melakukan siaga dan patroli di perbatasan Desa Munte dan Karondang. Ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama, terutama bentrok susulan, “ujar AKP Muhajir,” saat ditemui di lokasi, Minggu 6 September 2026.
Lebih lanjut, Kapolsek menjelaskan bahwa sebelumnya pada Sabtu malam, 100 personel gabungan Polres Luwu Utara dari Polsek Mappedeceng, Polsek Bone-Bone, dan Polsek Sukamaju bersama 40 anggota Brimob telah melakukan penyisiran dan penguatan di wilayah perbatasan.
“Kami tidak ingin kejadian kemarin terulang. Makanya sampai saat ini personel masih kami tempatkan di lokasi. Kami juga rutin melakukan patroli dialogis, bertemu langsung dengan warga untuk memberikan imbauan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, AKP Muhajir juga mengajak seluruh elemen masyarakat di Desa Munte dan Desa Karondang untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, dan mempercayakan penyelesaian masalah kepada pihak kepolisian.
“Kita ini semua bersaudara. Jangan karena persoalan sepele terus berujung pada bentrok. Mari kita jaga Tanalili ini tetap aman dan kondusif,” imbaunya.
Pantauan di lapangan, aktivitas warga di kedua desa saat ini sudah mulai normal. Namun kehadiran aparat berseragam lengkap di perbatasan masih terlihat untuk memberikan rasa aman.
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat mengapresiasi kesigapan aparat. Mereka berharap pengamanan ini terus dilakukan sampai situasi benar-benar pulih dan hubungan antar warga kedua desa kembali harmonis.
Pihak Polsek Bone-Bone menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemerintah desa untuk menciptakan suasana damai di wilayah Tanalili.
*Reporter*: Tim Chanel Timur
(Masding amor,SH.)





