Di duga Oknum TNI AD berpangkat Kapten Meminta Uang dan Menjanjikan Lulus Masuk TNI

oleh -26 membaca

Chaneltimur.com,SulBar/Majene – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman menegaskan, pendaftaran untuk menjadi prajurit TNI Angkatan Darat gratis tanpa dipungut biaya.

Hal ini berlaku bagi mereka yang masuk melalui tamtama, bintara, maupun taruna.

“Saya tegaskan bahwa tidak ada masuk TNI baik tamtama, bintara, maupun taruna itu menggunakan uang itu tidak ada,” tegas Dudung kepada awak media di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, baru baru ini

Meski Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman

Sudah menegaskan bahwa untuk masuk TNI AD tidak dipungut biaya alias gratis, namun fakta nya masih saja ada oknum TNI yang memungut biaya

Seperti yang di alami Intan dia ditipu, untuk menyetorkan uang ratusan juta rupiah kepada pelaku dan dijanjikan anaknya bisa menjadi anggota TNI AD

Setelah dua kali korban menyetorkan uangnya, ternyata anaknya tak kunjung diterima jadi TNI AD

Bahkan, anaknya gagal saat tahap pertama tes, namun oknum TNI AD yang berpangkat kapten itu meminta kepada korban agar sabar dan mau mengikuti pendaftaran yang kedua kalinya namun tetap saja gagal, ungkap intan

Menurut Intan selaku korban, oknum TNI yang mengambil uang nya dan menjanjikan anaknya lulus menjadi anggota TNI AD atas nama Pak Wardi yang saat ini menjabat sebagai Koramil Cendana di kabupaten Majene Sulawesi Barat.

Menurut Korban awal mulanya Istri pak Wardi yang selalu menelpon ke pak muslimin yang tak lain om nya sendiri katanya mau cari anak yang mau mendaftar TNI namun tak lama datang lah pak muslimin bersama pak Wardi kerumah untuk mengajak anak saya,

Namun tak begitu lama saya antar lah anak saya ke pak Wardi katanya mau di latih dulu baru tes, pada saat di tes pak Wardi menyuruh saya untuk siapkan uang sebanyak 130 juta, jadi saya siapkan karna saya pikir klo masuk TNI itu dibayar maklum saya sebagai Petani tidak tau hal seperti itu
Namun tak lama pak Wardi selalu nelpon meminta uang jadi saya kirim 100 juta

Namun tak lama pak Wardi meminta uang lagi katanya anak saya sudah 95 persen lolos jadi saya sangat senang mendengar nya jadi saya kirim dana lagi sebesar 22 juta.

Namun fakta nya anak saya tidak lolos, jadi saya pertanyakan uang saya yang di ambil oleh pak Wardi, namun dia tidak mengambalika hanya janji saja Ungkapnya,”

Pak Wardi yang di konfirmasi melalui via WhatsApp nya tidak pernah merespon, Namun ditemui pak Yusuf di rumah jabatan nya di kodim Majene meminta agar masalah ini tidak keluar klo bisa jangan dulu melapor selesai kan dulu secara kekeluargaan ungkap pak Yusuf. (*)