Daerah Irigasi Marobea Bakal Diaktifkan Kembali, Dinas PUPR dan Dinas Pertanian Turun Lapangan

oleh -73 membaca
oleh

MUBAR, Chaneltimur.com – Gebrakan Pj Bupati Muna Barat ( Mubar) Bahri dalam rangka mewujudkan Mubar sebagai salah satu lumbung padi di Sulawesi Tenggara (Sultra) terus dilakukan.

Setelah mencanangkan percetakan sawah pada Daerah Irigasi Kampani, teranyar Daerah Irigasi Marobea akan diaktifkan kembali sebagai salah satu kawasan persawahan di Mubar.

Daerah Irigasi Marobea yang arealnya berada di Desa Marobea dan Lakalamba adalah salah satu daerah irigasi yang telah lama mati suri akibat adanya kendala teknis pada bangunan utamanya dan saluran induknya. Selain itu adanya alih fungsi lahan menjadi kawasan jagung kuning juga menjadi salah satu penyebab menghilangnya areal persawahan pada kawasan tersebut.

“Sejak kemarin, Dinas Pertanian dan Tim PU PR sudah turun lapangan sejak pagi tadi. Sesuai arahan Bapak Pj Bupati kepada Dinas Pertanian untuk mengestimasi kebutuhan anggaran yang diperlukan untuk memfungsikan kembali Daerah Irigasi Marobea.” Jelas Surachman, selaku Sekretaris Dinas PUPR Mubar. Jumat (8/7/2022).

Kami Tim PUPR diminta oleh Dinas Pertanian untuk menghitung kebutuhan anggaran rehabilitasi bangunan utama Daerah Irigasi Marobea berupa Bendung dan Saluran Primernya.” Sambungnya.

Surachman mengatakan, berdasarkan hasil survey, pihaknya sudah mengidentifikasi beberapa hal terkait masalah yang ada yaitu adanya kebocoran pada mercu, tanggul sayap bendung yang jebol dan adanya sedimentasi yang belebihan didalam bendungan, serta jaringan primernya yg mengalami kerusakan.

” Untuk optimalisasi maka jelas perlu dilakukan pembenahan. Tim kami saat ini sudah mulai menghitung kebutuhan anggarannya dan nanti akan kami laporkan pada Kadis PUPR dan pihak Dinas Pertanian sebagai bahan pengajuan anggaran penanganannya,” bebenya.

Selain masalah jaringan induknya, lanjut Surachman, salah satu masalah utama pada Daerah Irigasi itu adalah sering meluapnya sungai yang melintasi Daerah Irigasi tersebut.

Jadi menurutnya, penanganan genangan air berupa normalisasi sungai dan pembangunan tanggul sungai dan pembuatan saluran pembuang dapat menjadi prioritas jika daerah irigasi itu akan difungsikan kembali.

“Ada beberapa warga menyampaikan bahwa salah satu masalah utama adalah berlebihnya pasokan air pada areal sawah disaat musim hujan. Sehingga padi yang harusnya dapat dipanen menjadi puso atau gagal panen akibat terendam air dalam jumlah yang banyak”, terangnya.

Surachman juga menyebut bahwa Rencana Pj Bupati Mubar mewujudkan Daerah uni sebagai salah satu lumbung pangan di Sultra merupakan hal yang perlu didukung dan kami penuh oleh pihaknya dan segenap masyarakat.

“Tim PUPR siap menyukseskan rencana tersebut. Apalagi program food estate itu menjadi salah satu program prioritas Presiden Jokowi dalam RPJMN. Kita berharap ini akan terwujud dan PU PR siap digarda terdepan mewujudkan niat mulia itu.” Pungkas Surachman.

Reporter: Dedi