Capaian Pemprov Sultra 2025: Infrastruktur, Pendidikan, Jalan dan Irigasi Jadi Prioritas Pembangunan

oleh -1 membaca
oleh

KENDARI, Chaneltimur.com Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memaparkan berbagai capaian pembangunan tahun 2025 yang difokuskan pada penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, pembangunan jalan antar wilayah melalui program JAMAAH (Jalan Mulus Antar Wilayah), serta pengembangan jaringan irigasi untuk mendukung ketahanan pangan.
Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pembangunan daerah yang diarahkan pada peningkatan pelayanan publik, konektivitas wilayah, serta penguatan kualitas sumber daya manusia di Bumi Anoa.

Infrastruktur Strategis dan Fasilitas Publik
Pada sektor infrastruktur, sejumlah proyek strategis telah direalisasikan maupun dilanjutkan pada 2025. Di antaranya pembangunan Gedung Kantor Samsat Bapenda Provinsi Sultra di Kabupaten Muna Barat sebagai upaya mendekatkan layanan administrasi pajak kepada masyarakat.
Di Kota Kendari, pemerintah melakukan rehabilitasi Aula Sudirman Korem 143/HO (lanjutan), rehabilitasi Gedung MTQ, serta penataan kawasan MTQ yang meliputi pembangunan lapak UMKM dan penataan pedestrian. Penataan ini bertujuan menjadikan kawasan tersebut sebagai ruang publik yang lebih representatif sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain itu, dilakukan rehabilitasi Gedung Dekranasda Provinsi Sulawesi Tenggara dan eks Kantor Samsat di Kota Kendari. Pemerintah juga membangun Gedung Tahanan dan Barang Bukti Polda Sultra serta melanjutkan pembangunan sarana dan prasarana Polda Sultra (Lanjutan II).
Dukungan terhadap institusi vertikal juga diwujudkan melalui pembangunan lanjutan sarana dan prasarana Kantor Kejaksaan Tinggi di Kendari, pembangunan Mako Lanud Pangkalan TNI Halu Oleo, serta pembangunan sarana dan prasarana Korem 143/HO.
Proyek lain yang turut direalisasikan meliputi pembangunan Gedung Kantor BKD Provinsi Sultra (Lanjutan I), pembangunan Gedung Tempat Pelelangan Ikan di Kendari, serta pematangan lahan Sekolah Rakyat Provinsi Sultra di Kabupaten Konawe dan Konawe Selatan.
Di sektor infrastruktur dasar, pemerintah melakukan penataan kawasan permukiman seperti di Kelurahan Tipulu (Kendari Barat) dan BTN Green Anugerah Regency 3 (Kelurahan Anggoeya, Poasia). Optimalisasi SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) dilakukan di Kota Kendari dan Kabupaten Kolaka Utara, termasuk pemasangan jaringan perpipaan SPAM di Kota Baubau serta program sanitasi tingkat provinsi.
Program JAMAAH Perkuat Konektivitas
Melalui program JAMAAH (Jalan Mulus Antar Wilayah), Pemprov Sultra melakukan peningkatan dan rehabilitasi sejumlah ruas jalan provinsi yang tersebar di beberapa kabupaten/kota. Program ini menyasar wilayah Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe, Kolaka, Bombana hingga Kota Kendari.
Peningkatan infrastruktur jalan ini diharapkan memperlancar mobilitas orang dan barang, menurunkan biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih merata.
Penguatan Irigasi Dukung Ketahanan Pangan
Pada sektor sumber daya air, pemerintah juga merealisasikan sejumlah proyek irigasi di beberapa kabupaten. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi dilakukan guna menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian, sehingga mendukung produktivitas petani dan ketahanan pangan daerah.

Capaian Sektor Pendidikan
Sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan 2025. Capaian dibagi dalam beberapa kategori, yakni bantuan pengadaan, penguatan Sekolah Rakyat, serta pengembangan dan revitalisasi sarana prasarana pendidikan.
Bantuan Pengadaan Kategori SMA
Untuk jenjang SMA, pemerintah merealisasikan bantuan mobiler ruang kelas bagi tiga SMA masing-masing 10 ruang, yakni SMAN 1 Pomalaa (Kolaka), SMAN 1 Tirawuta (Kolaka Timur), dan SMAN 1 Raha (Muna).
Selain itu, mobiler ruang guru diberikan kepada 12 SMA di Sultra. Pengadaan smartboard interactive disalurkan ke SMAN 2 Kendari, SMAN 12 Kendari, dan SMAN 7 Baubau masing-masing 10 unit.
Penguatan sarana pembelajaran juga dilakukan melalui pengadaan 165 unit komputer SMA, 7.000 pasang seragam siswa, 25 set peralatan PJOK untuk 25 SMA, 27 set peralatan laboratorium IPA, 10 set peralatan TIK (DAK Fisik), serta 14 set peralatan pendidikan IPA (DAK Fisik).
Tambahan dukungan diberikan melalui pengadaan alat praktik dan peraga SKO Bahteramas, serta peralatan marching band bagi SMAN 16 Konawe Selatan, SMAN 2 Kendari, dan SMAN 12 Kendari.
Bantuan Pengadaan Kategori SMK
Untuk SMK, Pemprov Sultra merealisasikan mobiler ruang kelas sebanyak 36 ruang untuk lima SMK dan mobiler ruang guru untuk dua SMK. Pengadaan komputer dilakukan sebanyak 150 unit untuk 10 SMK di Sultra.
Pengadaan seragam dan pakaian olahraga siswa SMK masing-masing sebanyak 5.750 pasang juga menjadi bagian dari program bantuan perlengkapan peserta didik.
Selain itu, tersedia bantuan peralatan praktik kejuruan untuk delapan konsentrasi keahlian, pengadaan alat praktik dan peraga untuk satu SMK, ship bridge simulator untuk SMKN 7 Kendari, serta 30 set peralatan PJOK untuk 30 SMK di Sultra.

Bantuan Pengadaan Kategori SLB
Untuk Sekolah Luar Biasa (SLB), pemerintah menyalurkan enam set alat praktik dan peraga untuk enam SLB di Sultra. Pengadaan peralatan pendidikan dan TIK juga diberikan kepada SLB Tunas Harapan Mekongga dan SLBN 1 Kolaka melalui skema DAK Fisik.
Sekolah Rakyat
Pemprov Sultra juga mengelola Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 70 Kendari yang berlokasi di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari. Sekolah ini melayani 96 peserta didik yang terdiri dari 49 siswa jenjang SD dan 47 siswa jenjang SMA, dengan total 16 tenaga pengajar.
SRT 70 Kendari mulai beroperasi pada 29 September 2025 dan menerapkan sistem boarding school (asrama), sebagai bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Pengembangan Sarana Prasarana 2025
Melalui pemanfaatan revitalisasi APBN, rencana pengembangan sarana prasarana pendidikan tahun 2025 mencakup 95 unit rehabilitasi SMA, pembangunan 2 unit SMA baru, pengembangan 25 unit SMK, serta 10 unit SLB.
Secara keseluruhan, capaian pembangunan 2025 menunjukkan arah kebijakan Pemprov Sultra yang menitikberatkan pada penguatan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas pendidikan, serta pemerataan pembangunan antar wilayah. Pemerintah berharap berbagai program tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas layanan publik, dan memperkuat daya saing Sulawesi Tenggara di tingkat nasional. (kahar)