Luwu Timur, Chaneltimur.com – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tunas Harapan Desa Cendana Hitam membukukan Sisa Hasil Usaha (SHU) bersih sebesar Rp 24.106.961 pada Tahun Buku 2025. Meski mencatatkan tren keuangan yang sehat, Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang digelar pada Senin (12/1/2026) ini diarahkan untuk tidak sekadar menjadi ajang hitung-hitungan angka, tetapi juga sebagai forum evaluasi teknis pertanian.
Camat Tomoni Timur, Yulius, dalam arahannya menekankan bahwa esensi sejati dari RAT adalah mendengarkan suara petani di akar rumput. Menurutnya, keberhasilan sebuah Gapoktan tidak hanya diukur dari besarnya dividen atau SHU yang dibagikan, melainkan sejauh mana organisasi mampu menjawab persoalan di lapangan.
”RAT ini bukan sekadar rutinitas menghitung angka dan membagi SHU. Lebih dari itu, forum ini harus menjadi ruang untuk mengupas tuntas kendala yang dihadapi petani, mulai dari urusan distribusi pupuk hingga kondisi jaringan irigasi yang menjadi urat nadi produksi kita,” ujar Yulius di hadapan peserta rapat.
Ia menambahkan, sinergi antara pengurus Gapoktan dan pemerintah kecamatan sangat diperlukan untuk mengawal usulan perbaikan infrastruktur pertanian agar produktivitas di Cendana Hitam tetap terjaga.
Berdasarkan laporan yang dibacakan Ketua Gapoktan I Wayan Sudana dan Bendahara Gapoktan, pendapatan kotor tahun 2025 tercatat sebesar Rp 29.520.000. Setelah dikurangi biaya operasional, SHU yang tersisa dibagi rata dengan proporsi 50 persen untuk penguatan modal (Rp 12,05 juta) dan 50 persen untuk pembagian jasa anggota dan pengurus.
Total dana kas yang dikelola Gapoktan kini mencapai Rp 260.365.712,50, sebuah angka yang cukup signifikan untuk mendukung permodalan petani secara mandiri di tingkat desa.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kapolsek Tomoni Timur Iptu Jefir Alang Ramba, Kepala Desa Cendana Hitam I Made Sudarsana, serta Koordinator BPP Tomoni Timur Bernalia Manapa. (Red)





