Belum Dapat Huntap, Warga Nekad Bangun Pondok di Lokasi Zona Merah Bekas Banjir

oleh -30 membaca
oleh

Luwu Utara, Chaneltimur.com – Banjir bandang  sungai  masamba tahun 2020, lalu melululantahkan lingkungan lamaranginang (lombo), kelurahan bone tua, kecamatan masamba, kabupaten luwu utara.

Paska banjir tersebut rumah – rumah warga lingkungan lamaranginang (lombo), tidak bisa lagi di huni oleh para pemiliknya, dikarenakan rumah tersebut telah tertimbun lumpur hingga saat sekarang.

Salah satu korban banjir bandang sungai masamba tahun 2020 lalu, “Pak Legen” yang hampir dua tahun mengungsi dan numpang di rumah orang tuanya, bersama istri, dan empat anaknya, ahirnya memutuskan kembali ke lingkungan lamaranginang (lombo), kelurahan bone tua, bekas banjir tersebut, untuk membangun rumah pondok  seadanya dari bahan -bahan matrial sisa-sisa banjir bandang tahun lalu.

Pak legen, merupakan salah satu warga lingkungan lamaranginang  (lombo), kelurahan bone tua, kecamatan masamba, luwu utara,  yang juga rumahnya tertimbun lumpur sa’at banjir bandang tersebut terjadi.

Sa’at awak media chanel timur  mencoba mewawancara bapak legen, mengapa bapak legen kembali membangun rumah di bekas banjir bandang tahun lalu, bukankah itu sangat berisiko ? selasa 05/07/2020.

Jawab bapak legen, “saya sudah berkeluarga dan dikarunia’i empat orang anak, saya kembali datang membangun pondok se’adanya di lingkungan lamaranginang (lombo), bekas banjir karena sudah dua tahun banjir bandang itu berlalu dan saya belum dapat hunian tetap (huntap) yang telah di janjikan oleh pemda luwu utara.

“Masasih saya sama anak isri mau numpang terus di rumah orang tua, kan tidak mungkin”, kata pak legen.

Lagian huntap yang di janjikan oleh pemerintah, yang berlokasi di desa pombakka itu, jujur kami mau makan apa, kalau kami tinggal disana, kami tak punya apa-apa disana .

Jadi, ya, alangka baiknya lima puluh juta itu, untuk bangun huntap, sebaiknya di berikan saja ke pada para korban banjir yang belum dapat huntap, biar kami sendiri yang mencari tempat yang layak, agar kami bisa hidup dengan baik bersama anak istri kami, harap bapak legen.   (Marwan).